liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Viral Santet di Danau Toba, Memang Ada Santet di Suku Batak?


Medan

Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan gambar seorang wanita yang dipenuhi jarum ditemukan di Danau Toba. Apakah memang ada santet di kalangan orang Batak?

Dalam video yang Anda lihat, seorang pria memegang gambar seorang wanita berbaju putih yang telah ditusuk dengan puluhan jarum, di belakang gambar tersebut terdapat daun sirih. Foto tersebut ditemukan oleh seorang pria yang merekam video saat memancing di Danau Toba.

“Keajaiban ditemukan di danau saat menembak ikan, daun sirih dan jarum,” bunyi video tersebut.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Menjawab hal tersebut, Arkeolog BRIN, Dr. Defri Simatupang, mencari gambar dengan jarum merupakan hal yang wajar. Namun, membuang benda ini di dasar Danau Toba membuat cerita lain.

“Menarik sekali benda itu ditemukan di dasar Danau Toba. Mungkin sebagian orang mengira orang di sekitar danau yang melakukannya, apalagi mereka semakin bertanya-tanya kenapa harus dibuang di dasar Danau Toba,” ujarnya.

Defri Simatupang menilai kondisi objek tersebut cukup meyakinkan di mata publik. Orang-orang juga mudah curiga bahwa benda itu ajaib karena asmara.

Namun, menurutnya, dugaan kesaktian itu tidak dilakukan oleh orang Batak. Hal itu ditegaskan Defri dari pengamatannya terhadap daun sirih yang juga digunakan pada benda-benda yang diduga santet.

“Hanya saja pemanfaatan daun sirih belum terlalu memperkuat anggapan masyarakat Batak yang melakukannya, karena daun sirih bagi masyarakat umum sudah sangat umum digunakan sejak zaman dahulu dan kegiatan mengunyah sirih bersifat komunal agar terus dibiasakan. dia. diri antar individu,” jelasnya.

Kebiasaan mengunyah pinang pada dasarnya merupakan kelokalan yang banyak dimiliki oleh masyarakat luar Batak. Bahkan, mengunyah pinang sudah menjadi tradisi berkelanjutan bagi para pecinta mengunyah pinang.

Menurut Dr Defri, bisa jadi gambaran perempuan yang tertusuk jarum dan meresap ke dalam daun sirih itu dengan motivasi untuk terus merasa bahagia karena manfaat daun sirih.

“Tapi ini hanya asumsi yang membutuhkan bukti lebih banyak dan lebih dalam,” katanya.

Sihir di Masyarakat Batak

Dari segi geografis, tentunya Danau Toba sangat dekat dengan masyarakat Batak. Berawal dari situ, anggapan kesaktian dalam masyarakat Batak pasti muncul.

Namun, Dr Defri Simatupang menjelaskan data terkait santet dalam budaya Batak belum terungkap secara mendalam. Walaupun tentu saja hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa dalam masyarakat Batak juga terdapat santet.

“Kenyataan bahwa masyarakat Batak telah lama percaya pada animisme (roh yang berasal dari arwah nenek moyang) dan dinamisme (benda yang memiliki kekuatan gaib), menunjukkan bahwa santet bisa ada,” jelasnya.

Dengan mempertimbangkan sistem kepercayaan masyarakat Batak kuno, Dr. Defri menjelaskan, kecurigaan santet bisa saja ada. Hal ini karena santet dipahami sebagai upaya seseorang untuk menggunakan animisme/dinamisme untuk menyakiti orang lain dari jarak jauh tanpa harus menyentuhnya secara fisik.

Hal ini juga didukung dengan banyaknya peninggalan budaya megalitik di tanah Batak yang menunjukkan adanya kepercayaan animisme dan dinamisme, khususnya seni pahat pangulumbalang.

Selain itu, kemungkinan santet pada masyarakat Batak juga bisa dijelaskan dari budaya megalitik. Dalam budaya megalitik terdapat teori tentang agama masa lalu (primitif) yang dijadikan pisau analisis komunikasi antara dunia manusia dan dunia roh.

“Mari kita simak pendapat EB Taylor dalam bukunya yang berjudul Primitive Culture. Di sana dia menjelaskan lebih jauh tentang kepercayaan orang-orang zaman dulu terhadap arwah orang mati, terutama para leluhur yang diyakini memiliki pengaruh dan kekuasaan atas yang masih hidup,” ujarnya. .

Namun, dia menegaskan sihir ini tidak bisa dipercaya secara langsung. Ini karena studi ilmiah yang mendalam tidak cukup.

Menurutnya, mitos psikologis seperti santet menjadi daya tarik masyarakat saat ini. Dalam ilmu santet ditemukan bahwa keberadaan alat budaya religi dari zaman dahulu setidaknya memiliki nilai-nilai positif kearifan lokal tertentu.

Biasanya santet sering dilakukan oleh orang-orang yang memiliki dendam untuk menyakiti orang lain, seperti kearifan lokal masyarakat Batak Dalihan Natolu yang mengajarkan interaksi antar individu ketika saatnya tiba untuk saling menghormati (somba), berhati-hati (manat) . , dan protektif (jelek).tetap bersosialisasi.

—–

Artikel ini pernah dimuat di detikSumut dan selengkapnya bisa dibaca di sini.

Simak Video “Surga Tersembunyi Bak, Air Terjun Situmurun Pikat Wisatawan”
[Gambas:Video 20detik]
(www www)