Viral Bersih-bersih Stadion oleh Fans Jepang, Kebiasaan yang Ditanamkan Sejak TK


Jakarta

Kebersihan sudah mendarah daging dalam bahasa Jepang. Tindakan pembersihan Jepang untuk mengesankan semua orang adalah tindakan normal bagi mereka.

Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, suporter Jepang mencuri perhatian dunia. Aksi mereka terekam membersihkan stadion usai pertandingan antara Qatar dan Ekuador di Stadion Al Al Bayt, Al Khor, Senin (21/11/2022) dini hari WIB.

Ya, aksi itu dilakukan saat mereka menyaksikan pertandingan yang tidak dimainkan oleh timnasnya, timnas Jepang.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Dapat dikatakan bahwa kebersihan dan orang Jepang tidak dapat dipisahkan. Saat Anda berwisata ke Jepang, sulit menemukan sampah yang berserakan di jalanan atau di tempat lain lho. Tempat sampah mereka pun tidak bau sama sekali dan terlihat bersih.

Trotoar bersih di kawasan Shiodome, Ginza, Tokyo, Jepang Foto: Dikhy Sasra

Rupanya, kebersihan yang ada dalam jiwa orang Jepang tumbuh dari agama yang mereka anut, yaitu Shinto. Bagi penganut Shinto, kebersihan adalah inti dari ajaran mereka. Dapat dikatakan bahwa kebersihan merupakan bentuk kesalehan mereka dalam hidup.

Orang Jepang memasukkan praktik kebersihan dalam pelajaran sekolah. Sepanjang 12 tahun pendidikan, anak-anak diberikan jadwal pembersihan harian.

Kelas kebersihan siswa di Jepang Foto: (iStock)

Sesampainya di sekolah, siswa akan mengganti sepatunya dengan sepatu khusus. Sepatu disimpan di loker masing-masing siswa.

Begitu kembali ke rumah, anak-anak kembali diingatkan oleh orang tuanya untuk menjaga kebersihan. Tinggal di tempat yang kotor adalah hal yang buruk.

Perilaku bersih kini menjadi salah satu daya tarik di Jepang, seperti ritual 7 menit membersihkan sampah di Kereta Shinkansen. Dalam aksinya, para petugas kebersihan menunjukkan kelicikannya saat membersihkan kereta dengan petir.

“Sebagai orang Jepang, kami sangat sensitif untuk melindungi reputasi kami. Kami tidak ingin orang lain melihat kami tidak berpendidikan dalam hal kebersihan atau pengelolaan limbah,” kata Maiko Awane, asisten direktur kantor pemerintah Tokyo, Prefektur Hiroshima, seperti dikutip dari BBC.

Kamakura, Jepang – 23 April 2017: pandangan dekat para pendeta Shinto membersihkan di dalam kuil Shinto Tsurugaoka Hachiman di kota Kamakura, Prefektur Kanagawa. Foto: (iStock)

Kebersihan orang Jepang bukan hanya sampah. Bahkan dalam transaksi uang, orang Jepang ‘tidak mau kotor’.

Lihatlah para musafir, perhatikan, orang Jepang tidak pernah memberi atau menerima uang langsung dari tangan. Mereka akan menyediakan nampan uang khusus untuk pelanggan hotel, toko atau taksi.

Kesadaran masyarakat akan lingkungan yang sehat terus diwujudkan dalam pola hidup sehat. Jika seseorang terkena flu, orang tersebut akan segera memakai masker agar tidak menulari sekitarnya.

Hal ini juga didukung oleh fakta bahwa Jepang memiliki lingkungan yang panas dan lembab pada musimnya. Udara lembab dan panas membuat makanan cepat berlumuran bakteri. Inilah mengapa Jepang sangat tergila-gila dengan kebersihan.

Orang Jepang juga memiliki rasa malu yang tinggi. Jika mereka melanggar aturan seperti membuang rokok atau membuang sampah sembarangan, mereka akan merasa sangat malu.

Tonton Video “Jepang Resmi Membuka Pintunya untuk Turis Mulai 11 Oktober”
[Gambas:Video 20detik]
(sim/fem)