liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Venna Melinda memaparkan detail dugaan kronologi KDRT Ferry Irawan yang terjadi di balik pintu kamar hotel di Kediri pada Minggu (8/1).

Jakarta, CNNIndonesia

Ada pemaparan unsur kekerasan dalam artikel ini yang berpotensi membuat sebagian pembaca tidak nyaman.

pembuluh darah Melinda menjelaskan kronologis kekerasan dalam rumah tangga pelaku, Ferry Irawan, yang terjadi di balik pintu kamar hotel di Kediri, Minggu (8/1).

Dalam sesi Ambyar Pagi Trans TV yang disiarkan Senin (16/1), Vena Melinda menjelaskan, semua terjadi karena kecemburuan dan permintaan Ferry yang memang tidak bisa ia penuhi.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Venna mengaku lelah berdebat dengan Ferry ketika dia memiliki sesuatu yang tidak bisa dia penuhi. Bahkan, kata Venna, dirinya selalu menuruti permintaan Feri saat tidak ada pekerjaan.

“Itu dari jam 6, meributkan hal-hal yang memang bukan saatnya para suami meributkan hal-hal yang tidak penting,” kata Venna.

“Makanya saya komplain, saya bilang ‘capek kalau begini. Mau kerja saja, tolong support’. Sampai jam 7 ribut, pintu berisik lagi,” lanjutnya. mengacu pada pertengkaran tentang Venna yang menutup pintu kamar mandi saat Ferry merasa lega.

“Akhirnya makin ribut sampai akhirnya dia bilang, ‘iya udah tiga hari aku nemenin kamu, tapi setelah itu kamu tinggal sendiri’. Nah disitulah aku mulai merasa cukup. ‘Kalau kamu diancam mau pergi, kenapa tidak? sekarang??’,” lanjutnya.

Perkataan Venna ternyata semakin membakar emosi Ferry. Venna memanggil Ferry dan mengangkatnya dan mendorongnya ke tempat tidur.

Feri kemudian disebut-sebut menjepit Venna hingga wanita tersebut berkata “tidak bisa bergerak”, lalu menekan tulang hidung Venna dengan kepalanya secara paksa dan dalam waktu singkat, dan semakin intens seiring berjalannya waktu.

Aktris Venna Melinda tiba di Direktorat Polda Jatim didampingi pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. (CNN Indonesia/ Farid)

“Di situlah, dari kasat mata karena dia menatap langit-langit sampai gelap. Sampai saya bilang, ‘Mbak, hidung saya patah! Pecah!’. Karena dengar kode dari saya, dia lepas,” kata Venna. .

“Begitu dia lepas, saya bangun, darahnya keluar. Saya kaget, dia kaget, tapi yang pertama dia lakukan adalah mengelap darahnya. Dia ingin menghilangkan barang bukti,” lanjut Venna.

“Di sana saya mendorongnya, saya berkata ‘tidak! Saya ingin menelepon ibu saya.’ dia menjelaskan.

Venna mengaku lemas melihat darah terus mengalir deras dari hidungnya. Ia segera keluar kamar sambil berteriak minta tolong kepada siapa saja.

“Hari itu tidak ada yang membantu, karena hari Minggu, mungkin orang-orang yang di tengah sedang sarapan. Di depan hotel juga ada car free day, senam riuh musik,” kata Venna.

“Makanya saya bingung, saya pencet liftnya, tidak mau terbuka. Ada penjaganya di ujung. [lorong] Saya terus berkata, ‘Bu! Bantu aku kakak! Tolong hubungi polisi!’

Lanjutkan ke berikutnya…

Masyarakat dapat langsung melaporkan kejadian kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dihadapi atau dialaminya ke layanan SAPA 129 (021-129), atau melalui layanan pesan WhatsApp di 08111-129-129.

Venna ke Feri: Nona, Jangan Bunuh Aku

BACA HALAMAN BERIKUTNYA