liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Adik Venna Melinda menceritakan detik-detik kakaknya histeris saat mendapatkan perlakuan KDRT dari suaminya, Ferry Irawan.

Surabaya, CNNIndonesia

Reza Mahastra, adik laki-laki dan pengacara pembuluh darah Melinda menceritakan saat-saat adiknya histeris saat mendapat perlakuan kekerasan dalam rumah tangga (kekerasan dalam rumah tangga) dari suaminya Feri Irawan.

Ia menuturkan, hal itu bermula saat Venna berkunjung ke Kediri, Jawa Timur, untuk menemui para pemilihnya. Diketahui, dia bertarung sebagai caleg melalui partai Perindo, di daerah pemilihan setempat.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Ada agenda bertemu dengan konstituen dari Perindo,” kata Reza, di Surabaya, Selasa (10/1).

Keduanya menginap di sebuah hotel. Namun pada Minggu (8/1) bencana terjadi. Hidung Venna dikabarkan berdarah setelah ditekan kasar oleh kepala Ferry. Venna kemudian berteriak histeris.

“Jadi menurut yang bersangkutan kejadiannya di dalam kamar, jadi saya harus teriak minta tolong. Tapi waktu saya keluar, saya tidak dengar karena hotelnya tinggi,” ujarnya.

Venna akhirnya berhasil kabur dari kamar. Dia berlari menyusuri lorong untuk menemui seorang pekerja hotel yang sedang bersih-bersih, meminta bantuan.

“Alhamdulillah ada jalan untuk keluar kamar, lalu dia lari ketika tidak sengaja menabrak koridor sebelum masuk lift tempat petugas kebersihan bertemu staf hotel saat bersih-bersih,” ujarnya.

Pekerja itu terkejut melihat wajah atau hidung Venna mengeluarkan darah. Dia kemudian memanggil beberapa pekerja lainnya.

Setelah mengalami kejadian tersebut, Venna kemudian mencoba masuk ke kamar hotelnya untuk mengambil ponselnya. Setelah dihentikan Feri, dia kemudian menghubungi Reza dan beberapa orang lainnya.

“Saat dia masuk kembali, dia mengambil ponselnya dan hendak memblokirnya lagi dan kebetulan bisa menelepon seseorang di Kediri dan terhubung. Jadi wajahnya bisa terlihat,” ujarnya.

Venna kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan atas luka-lukanya, akibat kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan Ferry.

“Saya dihubungi pada Minggu pagi melalui VC. Ketika saya mengambilnya, saya sedikit terkejut dengan bentuknya [berdarah],” dia berkata.

Akibat kejadian itu, saudaranya jelas mengalami kerugian. Agenda politik dan pekerjaan sehari-harinya juga terhambat.

“Tentu saja. Bu Venna adalah bagian dari agenda politik. Dia bekerja untuk rakyat juga kan. Ketika dia tidak bisa bertemu, pekerjaannya sehari-hari tidak terhalang. Itu bisa Anda jawab sendiri,” katanya.

(frd/pmg)

[Gambas:Video CNN]