liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Pemerintah memastikan akan terus berupaya mengawasi pintu masuk Indonesia guna meminimalkan persebaran varian-varian baru yang muncul.

Jakarta, CNNIndonesia

Kementerian Kesehatan (Kementerian Kesehatan) mengklaim mutasi SARS-CoV-2 Omikron Subvarian XBB 1.5 belum ditemukan di Indonesia.

Subvarian ini disebut para ahli sebagai salah satu varian yang paling menular dan kini menjadi penyebab meningkatnya tren kasus infeksi virus corona di Amerika Serikat (AS).

“XBB 1.5 belum ada,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemenkes Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi, Jumat (1/6).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Namun sejak awal, Nadia memastikan pemerintah akan terus memantau entry point Indonesia untuk meminimalisir penyebaran varian baru yang muncul. Ia mengatakan pemerintah juga akan memperkuat pemeriksaan Whole Genome Sequences (WGS) dalam mengidentifikasi varian baru di Indonesia.

“Kalau kasus positif dari luar negeri semuanya ada di WGS ya. Ini akan menjadi alert, karena kita tahu varian baru itu berpotensi menambah kasus,” ujarnya.

Tidak hanya China yang mengalami tren peningkatan kasus Covid-19 akibat subvarian Omicron BF.7, baru-baru ini AS juga menghadapi subvarian XBB 1.5. Subvarian baru virus corona Omicron ini bahkan dilaporkan menyebar dengan cepat di beberapa negara bagian AS dan belasan negara lainnya.

Melansir CNN, selama Desember 2022, persentase infeksi baru Covid-19 di negara asal yang sama akibat XBB.1.5 meningkat dari perkiraan 4 persen menjadi 41 persen. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa subvarian ini telah terdeteksi setidaknya di 29 negara di seluruh dunia.

“Kami prihatin dengan indikator pertumbuhannya. [XBB 1.5] adalah jenis Omicron yang paling menular sejauh ini,” kata Kepala Teknis WHO untuk Covid-19 Maria Van Kerkhove, Rabu (4/1).

“Kami memperkirakan gelombang infeksi lain akan terjadi di seluruh dunia. Tapi itu belum tentu menyebabkan gelombang kematian, karena tindakan pencegahan kami terus berhasil,” tambahnya.

(kata benda)