Traveler, Waspadai Agen Perjalanan Bodong Jelang Libur Nataru!


Jakarta

Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DMPPTSP) DKI Jakarta mengimbau masyarakat dan calon wisatawan untuk waspada terhadap travel agent ilegal menjelang musim liburan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.

Subkoordinator Bidang Penyuluhan DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Rinaldi mengatakan, memasuki bulan November banyak masyarakat mulai mencari paket liburan yang ditawarkan berbagai travel agent untuk liburan akhir tahun dan tahun baru.

“Sekarang kita sudah memasuki bulan November dan biasanya di bulan ini kita harus mencari tanggal untuk pergi berlibur bersama, kita harus ‘sembuh’. Bicara tentang saat ingin pergi berlibur, butuh waktu lama untuk mencari ‘travel’. agen’ atau mau liburan kemana,” kata Rinaldi dikutip dari Antara, Selasa (22/11/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Meski sudah merencanakan liburan akhir tahun, terkadang ada orang yang kecewa dan memendam niat untuk menikmati liburan karena menemukan travel agent ilegal.

“Butuh waktu lima hari tapi mencari ‘agen perjalanan’ bisa sampai sebulan. Kemudian saya mencari sebulan tapi malah menemukan yang palsu,” katanya.

“Ini tragis, bukannya ‘menyembuhkan’, waktu hilang, uang hilang, energi hilang dan kalaupun pasangan kita marah, keharmonisan dalam keluarga atau hubungan bisa hilang,” kata Rinaldi.

Tips Menghindari Penipuan Travel Agent

Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggandeng Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) untuk berbagi tips kepada masyarakat agar terhindar dari travel agent ilegal.

Pertama, jangan mudah tergiur dengan “open travel” yang murah. Kedua, periksa keabsahan agen perjalanan tersebut, dan ketiga, periksa harga agen perjalanan lain yang sah dan berizin.

“Misalnya harganya jauh, kalau tinggi misalnya kok bisa rendah, ini jadi mencurigakan. Kita harus cross check apple-to-apple,” kata Kepala Biro Publik DPP Astindo. Komunikasi Madeline Sophie.

Tips selanjutnya adalah berhati-hati saat bertransaksi dengan travel agent tersebut. Kemudian perhatikan “review” atau ulasan dari para pengguna jasa travel agent.

“Lalu ketika kita melakukan pembayaran, apakah kita membayar ke rekening perusahaan? Lalu lihat reviewnya, hari ini kita bisa lihat reviewnya di media sosial atau media lainnya,” ujar Madeiline.

Terakhir, kata Madeiline, calon wisatawan atau warga bisa meminta rekomendasi dari teman atau koneksi terpercaya.

Tips paling aman bagi calon wisatawan yang tidak ingin direpotkan dengan berbagai hal yang timbul saat berlibur adalah dengan menggunakan jasa travel agent berlisensi dan terdaftar di asosiasi travel agent resmi.

Untuk calon wisatawan di seluruh Indonesia, belilah produk perjalanan melalui agen perjalanan resmi. “Ada di seluruh Indonesia, dan kalau ‘agen perjalanan’ itu anggota Astindo, harus valid,” ujarnya.

Simak Video “Nataru Libur, Aparat Pemerintah Kabupaten Sukabumi Harus Mengaktifkan Handphone 24 Jam!”
[Gambas:Video 20detik]
(perempuan/perempuan)