liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Gunung Semeru, yang masuk level Awas usai kembali aktif beberapa hari terakhir, punya sejumlah fakta unik. Simak rinciannya di sini.


Jakarta, CNNIndonesia

Gunung Semeruyang merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan aktif beberapa hari terakhir, memiliki sederet fakta unik. apa pun?

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG) menaikkan status Gunung Semeru menjadi level 4 atau Awas. Hingga Minggu (12/4) malam, terjadi 22 kali erupsi.

Gunung yang menjadi salah satu destinasi wisata outdoor ini tak henti-hentinya ‘batuk’ setiap tahunnya. Bahkan, mereka yang biasa ‘puncak’ ke Semeru tidak heran dengan ledakan keras yang terkadang terdengar dari kawah.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Untuk informasi lebih lanjut, berikut adalah fakta-fakta tentang Gunung Semeru:

Gunung tertinggi di Jawa

Secara administratif, TNBTS terletak di antara Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.

Seperti dikutip dari situs resminya, secara geografis taman nasional ini terletak pada koordinat antara 7o54′-8o55’13’ Lintang Selatan dan 112o51′-113o04’BT. TNBTS berada pada ketinggian puncak antara 750 – 3676 meter di atas permukaan laut (MDPL), yang merupakan puncak tertinggi di Pulau Jawa.

Rajin meletus pada bulan Desember

Semeru kerap memuntahkan magma di penghujung tahun alias Desember. Hal itu berdasarkan data yang dimiliki Kementerian ESDM selama tiga tahun terakhir.

Pada tahun 2020, Gunung Semeru meletus pada tanggal 23 Desember pukul 15:39 WIB. Letusan ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 660 detik.

Pada tahun 2021, Gunung Semeru akan kembali mengalami erupsi mulai tanggal 4 hingga 31 Desember dengan intensitas erupsi yang bervariasi. Puncaknya pada 5 Desember pukul 10.08 WIB. Letusan tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 37 mm dan durasi 6600 detik.

Pada 2022, letusan disertai awan panas (APG) akan terjadi pada Minggu (12/4) pagi. Status Gunung Semeru meningkat dari Level III (Awas) menjadi Level IV (Awas) sejak 4 Desember 2022 pukul 12.00 WIB.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak beraktivitas di kawasan tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Catatan letusan sejak 1818

Dikutip dari situs resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Semeru tercatat memiliki sejarah panjang letusan sejak 1818.

Namun, catatan sejarah letusan Semeru pada tahun 1818 hingga 1914 tidak banyak terdokumentasi. Selama periode 1941-1942, aktivitas vulkanik jangka panjang tercatat.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan, lava yang dimuntahkan terjadi sejak 21 September 1941 hingga Februari 1942. Saat itu letusan mencapai lereng timur dengan ketinggian 1.400 hingga 1.775 meter. Material vulkanik menumpuk di pos irigasi Bantengan.

Selanjutnya, beberapa aktivitas vulkanik tercatat berturut-turut pada tahun 1945, 1946, 1947, 1950, 1951, 1952, 1953, 1954, 1955 – 1957, 1958, 1959, 1960. Gunung Semeru tidak berhenti sampai disini. aktivitas vulkanik.

Pada tanggal 1 Desember 1977, longsoran lava menghasilkan puing-puing awan panas dengan jarak hingga 10 kilometer di Besuk Kembar.

Jumlah total endapan vulkanik yang teramati mencapai 6,4 juta meter kubik. Awan panas juga menuju kawasan Besuk Kobokan. Saat itu sawah, jembatan dan rumah hancur. Aktivitas vulkanik berlanjut dan tercatat pada tahun 1978 – 1989.

PVMBG juga mencatat aktivitas vulkanik Gunung Semeru pada tahun 1990, 1992, 1994, 2002, 2004, 2005, 2007 dan 2008. Pada tahun 2008 tercatat beberapa letusan dari tanggal 15 Mei hingga 22 Mei 2008.

Letusan karakter 4 kali per jam

Menurut data PVMBG, aktivitas Gunung Semeru berada di Kawah Jonggring Seloko. Kawah ini terletak di sisi tenggara puncak Mahameru. Sedangkan sifat letusannya, Gunung Semeru berjenis Vulcanian dan Strombolian yang terjadi 3-4 kali setiap jamnya.

Sifat letusan gunung berapi berupa letusan eksplosif yang dapat menghancurkan kubah dan lidah lava yang terbentuk sebelumnya. Sedangkan karakter letusan Strombolian biasanya terjadi pada pembentukan kuncup dan lidah lava baru.

Terkait perkembangan erupsi Gunung Semeru, BNPB mengimbau warga untuk waspada dan waspada dengan memperhatikan rekomendasi yang dikeluarkan PVMBG.

BNPB terus memantau dan berkoordinasi dengan BPBD setempat dalam menangani keadaan darurat erupsi.

(bisa/ah)

[Gambas:Video CNN]