liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Tersangka sempat menjalani perawatan di rumah sakit bersama korban lainnya usai ditemukan tergeletak dengan kondisi mulut berbusa.

Jakarta, CNN Indonesia

POLISI terungkap tersangka pembunuh berantai atas nama M Dede Solehuddin sedang mabuk racun bersama keluarga di Bantar Gebang, Kota Bekasi.

Bahkan, Dede juga sempat menjalani perawatan di rumah sakit bersama korban lainnya setelah ditemukan tergeletak dengan mulut berbusa.

“Ternyata satu orang yang mewakili Dede di RS Bantar Gebang, yang pindah ke RS Kramat Jati ternyata menjadi tersangka,” ujar Direktur Reserse Kriminal Polres Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi dalam jumpa pers, Kamis (19/19). 1).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Di Bekasi, total tiga orang meninggal. Yakni, Ai Maimunah, Ridwan Abdul Muiz, dan M Riswandi. Sementara korban lainnya, Neng Ayu selamat dari peristiwa naas tersebut.

Namun, Hengki tidak menjelaskan lebih lanjut kenapa Dede bisa minum racun campur kopi bersama keluarganya.

Dari hasil laboratorium forensik, polisi menemukan dua jenis racun yang digunakan untuk membunuh satu keluarga di Bekasi.

“Setelah dianalisa bahan makanan yang mengandung 2 jenis racun, racun tikus dan pestisida (pestisida),” ujar Hengki.

Polisi mengungkap pembunuhan berantai yang dilakukan Wowon cs. Pengungkapan itu berawal dari meninggalnya tiga orang yang merupakan satu keluarga di Bekasi.

Awalnya, ketiga orang ini diduga diracun. Namun, setelah diselidiki, ternyata ketiganya tewas akibat keracunan pestisida.

Polisi menyelidiki dan menangkap tiga tersangka. Yakni Wowon Erawan alias Aki, Solihin alias Duloh, dan M Dede Solehudin.

Menurut pengakuan tersangka, ternyata mereka telah melakukan pembunuhan lagi. Total, empat kerangka manusia ditemukan di Cianjur, satu di Garut, dan satu masih dalam pencarian.

(membentuk)

[Gambas:Video CNN]