liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Tentang Pura Besakih yang Dibanding-bandingkan oleh Ridwan Kamil


Jakarta

Pura Besakih muncul dalam cuitan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menjawab pertanyaan pembiayaan pembangunan Masjid Al Jabbar. Ia membandingkan dua sinagog yang sama-sama menggunakan dana APBD.

Saat ini sedang dilakukan penataan di Pura Besakih. Pengaturan ini menggunakan dana APBN sebesar Rp 378,4 miliar dan dana APBD sebesar Rp 221 miliar.

Tentang APBN/APBD dalam membangun rumah ibadah sesuai dengan aspirasi/kebutuhan/persyaratan masyarakat masing-masing. Silakan periksa dengan jelas. Terima kasih. pic.twitter.com/FdOjiflICE



IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

— Ridwan Kamil (@ridwankamil) 5 Januari 2023

Penataan dilakukan di fasilitas sekitar pura seperti tempat parkir dan sentra UKM pedagang. Penataan tersebut direncanakan akan selesai pada Maret 2023.

Pura Besakih adalah sebuah kompleks pura yang terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Pura Besakih terletak di lereng barat Gunung Agung, gunung tertinggi di Bali.

Lokasi Pura Besakih sengaja dipilih di sebuah desa yang dianggap keramat karena posisinya yang tinggi yaitu Hulundang Basukih yang kemudian menjadi Desa Besakih. Nama Besakih diambil dari bahasa sansekerta, wasuki atau dalam bahasa jawa kuno basuki yang berarti selamat.

Selain itu, nama Pura Besakih juga didasarkan pada mitologi Naga Basuki sebagai penyeimbang Gunung Mandara. Kompleks Pura Besakih terdiri dari 1 Pura Pusat (Pura Besakih Penataran Agung) dan 18 Pura Pendamping (1 Pura Basukian dan 17 Pura Lainnya).

Pura Besakih dikenal sebagai Pura Ibu. Hal ini dikarenakan pura merupakan pusat kegiatan semua pura yang ada di Bali. Umat ​​Hindu Bali juga memiliki kewajiban untuk sembahyang di sana.

Pura Besakih sendiri merupakan pura terbesar di Indonesia. Candi ini juga sudah tua dan telah disucikan oleh umat Hindu sejak awal.

Pura Besakih dibangun pada tahun 1284 oleh Rsi Markandeya. Dia adalah seorang pemimpin agama Hindu keturunan India.

Menurut cerita rakyat, ia mendengar suara gaib saat bertapa di Dataran Tinggi Dieng. Beliau mendapat pencerahan untuk membangun Pura Besakih di tempat yang sekarang kita kenal sebagai Pulau Bali.

Pura Besakih juga menyimpan banyak peninggalan zaman megalitikum. Terdapatnya menhir, singgasana batu, dan struktur teras piramid yang ditemukan di kompleks Pura Besakih yang menunjukkan bahwa sebagai tempat suci Pura Besakih tampaknya sudah ada sejak dahulu kala, jauh sebelum pengaruh agama Hindu.

Saat ini Pura Besakih selain sebagai tempat peribadatan umat Hindu juga menjadi tempat wisata karena memiliki beberapa daya tarik. Traveler bisa menikmati keindahan alam seperti Taman Bunga Edelweiss dan Taman Jinja Bali.

Tonton Video “Melihat Eksotis Keindahan Pura Lempuyang”
[Gambas:Video 20detik]
(pin/perempuan)