liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Teddy Pardiyana Jual Mobil 40 Hari Setelah Lina Jubaedah Meninggal


Jakarta

Polemik Teddy Pardiyana soal penjualan mobil yang diklaim Rizky Febian miliknya tanpa izin memunculkan fakta baru. Asep Hermanto, sopir Lina Jubaedah sebenarnya tahu alasan Teddy menjual mobil tersebut untuk membeli mobil lagi.

Sementara Teddy Pardiyana mengaku menjual Innova untuk membayar utang bank Lina Jubaedah senilai Rp 115 juta.

Menyoal keterangan Asep Hermanto, kuasa hukum Teddy Pardiyana, Wati Trisnawati memberikan penjelasan. Sebagian hasil penjualan mobil itu digunakan untuk membeli mobil Panther seharga Rp 70 juta.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Terkait utang saat penjelasan, proses tanya jawab, tidak terungkap. Saat menyerahkan bukti penyerahan uang Pupung (orang yang berutang Lina) kepada Putri Delina di depan majelis hakim, ada keterangan dari Pak Ecep, bahwa uang yang diminta Pak Teddy Rp 115 juta untuk membayar hutang ke Bank Panin, Pak Ecep juga melihat Putri memberikan uang tersebut kepada Pak Teddy untuk membayar (utang Lina Jubaedah ke Bank Panin),” jelas Wati Trisnawati dalam jumpa pers virtual.

Berdasarkan apa yang dihadirkan di persidangan, Putri Delina disebut telah memberikan Teddy Pardiyana Rp 116 juta untuk membayar utang Rp 115 juta. Namun pernyataan ini dibantah oleh Teddy.

Teddy membantah menerima uang Rp 20 juta. Jadi yang membayar utang ke Bank Panin adalah Encik Teddy sendiri yang meminjam dari KUR BRI kurang lebih Rp 100 juta. Sedangkan hasil penjualan mobil digunakan untuk membeli mobil senilai Rp 70 juta,” jelasnya.

“Jadi kalau saya simpulkan ini cross financing. Teddy membayar utang bersama almarhum sedangkan uang hasil penjualan mobil itu dipakai untuk membeli mobil Panther. Jadi saya simpulkan cross financing itu sama saja dengan Pak Teddy membayar utang ke Bank Panin,” desak pengacara Teddy.

Mobil Innova yang menyeret Teddy Pardiyana menjadi tergugat dalam kasus penyelewengan aset, dikatakan sejak awal membayar utang Lina Jubaedah sebesar Rp 115 juta. Mobil itu dijual seharga Rp 120 juta.

“Ya begitulah pernyataan Pak Teddy. Dari awal BAP katanya begitu. Ketika ada BAP tambahan tanpa saya yang menemani saat itu, sepertinya uang itu digunakan untuk membeli mobil Panther. Saya juga kaget. bagaimana ada penambahan, memang rekeningnya dialihkan untuk beli mobil panther” Tapi perlu ditegaskan bahwa ini adalah dana silang. Untuk membeli mobil Panther, bayar ke Bank Panin menggunakan uang pribadi Teddy. dari hasil pinjaman Bank BRI yang sedang diusut,” jelas pengacara Teddy Pardiyana.

Simak Video “Teddy Jalani Praperadilan Usai Jadi Tersangka Laporan Rizky Febian”
[Gambas:Video 20detik]
(nanah/dar)