liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
Dana nasabah tak terasuransi di SVB sebesar US$175 miliar, sejauh ini nasib dana ini belum ditentukan.

Jakarta, CNN Indonesia

Bank pinjaman spesialis start-up SVB Financial Group, Silicon Valley Bank (SVB), menjadi bank terbesar yang kolaps sejak krisis keuangan 2008. SVB ambruk pada Jumat pagi (10/3) dan mengguncang pasar global serta menyandera miliaran dolar dana korporasi dan investor.

Regulator perbankan California menutup bank pada hari Jumat. Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) telah ditunjuk sebagai penerima manfaat dari pelepasan asetnya.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

SVB adalah bank AS terbesar ke-16 pada tahun 2022 dengan aset sekitar US$209 miliar.

Ada banyak penyebab mengapa bank ini gagal, namun diduga kuat salah satunya dipengaruhi oleh badai kenaikan suku bunga agresif dari Federal Reserve (Fed) AS baru-baru ini yang merusak kondisi keuangan startup tersebut.

SVB telah berusaha meningkatkan modal untuk mengimbangi tabungan yang memudar, mereka kehilangan US$1,8 miliar obligasi keuangan yang nilainya dihancurkan oleh kenaikan suku bunga Fed.

Kegagalan SVB merupakan yang terbesar setelah Washington Mutual bangkrut pada 2008. Saat itu, peristiwa kebangkrutan memicu krisis keuangan yang melumpuhkan perekonomian selama bertahun-tahun.

Sejak saat itu regulator di AS telah memberlakukan persyaratan modal yang lebih ketat pada bank untuk memastikan kegagalan bank tidak akan merugikan sistem keuangan dan perekonomian secara lebih luas.

FDIC mengatakan kantor utama dan semua cabang SVB akan dibuka kembali pada 13 Maret. Pelanggan bank yang diasuransikan dikatakan memiliki akses ke simpanan yang diasuransikan pada Senin pagi.

Meski demikian, FDIC menjelaskan bahwa 89 persen simpanan di Silicon Valley Bank senilai US$175 miliar tidak diasuransikan hingga akhir tahun 2022. Nasib dana tersebut akan ditentukan kemudian.

Reuters mengatakan sumber mengatakan FDIC sedang mencari bank lain yang bersedia bergabung dengan Silicon Valley Bank untuk melindungi simpanan yang tidak diasuransikan.

SVB Financial Group, induk dari Silicon Valley Bank, sekarang bekerja sama dengan bank investasi Centerview Partners dan firma hukum Sullivan & Cromwell untuk mencari pembeli untuk aset lainnya, termasuk bank SVB Securities, fund manager Boston Private dan ekuitas MoffettNathanson.

(biaya)

[Gambas:Video CNN]