liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono membeberkan progres pembangunan food estate di beberapa wilayah, seperti Kalimantan Tengah hingga Papua.


Jakarta, CNN Indonesia

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan kemajuan pembangunan perkebunan makanan di beberapa daerah, seperti Kalimantan Tengah hingga Papua.

Khusus untuk food estate di Kalimantan Tengah dengan fokus padi dan tanaman pangan termasuk singkong, Basuki menjelaskan lahan seluas 43.500 hektar sudah bisa ditanami.

“Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo) sudah membuktikan bahwa lahan itu bisa digarap, tapi tidak boleh ada orang, jadi agak terlambat. Jadi kita berhenti di 43.500 hektare,” jelasnya dalam Rapat Kerja (Raker). ) dengan Komisi V DPR RI, Senin (28/11).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Dalam pelaksanaannya, Kementerian PUPR melakukan pemugaran dan peningkatan jaringan daerah irigasi rawa (DIR) sepanjang 2.195 km, pembangunan 166 unit air, serta pembangunan jembatan dan 60 box gorong-gorong. Ada juga peningkatan jalan sepanjang 77,30 km dan jembatan sepanjang 230 meter.

Lebih lanjut, Basuki melaporkan progres pembangunan food estate di Sumut yang difokuskan pada bawang merah, bawang putih dan kentang. Potensi lahannya 1.000 hektare, namun yang akan dikelola hanya 748,6 hektare.

Di kawasan pangan Sumut, PUPR sedang membangun irigasi tetes seluas 143,5 hektar di Blok B, Desa Ria Ria dan telah ditanami tanaman bawang merah seluas 17 hektar.

Selain itu, Basuki juga menjelaskan bahwa pemerintah memberikan bantuan 7 unit escafator kepada masyarakat untuk melakukan pembukaan lahan seluas 785 hektar. Sebelumnya ini tugas PUPR, namun Pemkab Humbang Hasundutan meminta bantuan escafator untuk membersihkan lahan secara swadaya.

Ada pula pembangunan fasilitas Herb Technology and Horticulture Science Park (TSTH) yang menelan biaya Rp82,27 miliar. Dilaksanakan sejak Desember 2021, progres fisik konstruksi kini mencapai 61,4 persen.

Pindah ke Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Basuki melaporkan bahwa food estate dengan fokus pada komoditas sorgum seperti jagung, tomat, kacang hijau sedang dikembangkan dengan jaringan irigasi air bawah tanah (JIAT) dari Bendungan Haekrit.

Proyek pembangunan jaringan irigasi dan pipa transmisi juga dilakukan di kawasan food estate NTT lainnya, seperti Sumba Tengah hingga Sumba Timur.

Terakhir, food estate di Kirom, Papua yang terbagi menjadi 11 zona. Potensi lahannya mencapai 10 ribu hektare, dimana 7.000 hektare merupakan areal penggunaan lain (APL) berupa hutan dan sisanya bekas lahan sawit di 7 desa yang akan dikelola oleh dinas pengairan. proses.

Basuki mengatakan, tahun ini memasuki tahap land clearing seluas 496 hektare dengan progres 67,2 persen. Nantinya food farm ini akan fokus pada komoditas jagung.

“Pembangunan jaringan saluran drainase tahun 2022-2023 seluas 3.000 hektar menjadi prioritas kami. Selain pembersihan lahan, lahan sudah langsung diolah dan bibit disiapkan untuk kami mulai tanam,” ujarnya. dikatakan. menarik kesimpulan.

[Gambas:Video CNN]

(skt/sfr)