liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Soal KDRT Venna Melinda, dr Boyke Beberkan Alasan Pria Emosi saat Seks Ditolak


Jakarta

Venna Melinda mengajukan gugatan cerai menyusul perlakuan kekerasan dalam rumah tangga yang dialami Ferry Irawan. Hotman Paris yang mendampingi Venna mengatakan, permasalahan tersebut adalah perselisihan hubungan intim.

Menurut Dr. Boyke, beberapa pria seringkali tidak bisa menahan emosi saat pasangannya menolak berhubungan seks. Kebanyakan dari mereka otomatis tidak bisa mengendalikan emosinya ketika ‘ketegangan’ meningkat.

”Hasrat seks yang tidak disadari pada pria bisa memicu rasa pusing karena tekanan darah meningkat sehingga mood fluktuatif atau tidak stabil,” jelas dr Boyke saat dihubungi. detikcom Kamis (11/1/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

”Akibatnya, emosi tidak terkontrol,” lanjutnya.

Namun, bukan berarti respons tubuh secara alami masuk akal atas sikap KDRT yang kemudian muncul. Menurut Dr Boyke, ada beberapa cara yang bisa dilakukan pasangan untuk menjaga kemesraan saat istri atau suami sedang tidak ‘mood’ untuk berhubungan intim.

“Tolak dengan bujukan dan kata-kata lembut, misalnya bagaimana kalau kita istirahat dulu, saya tidur sebentar, biar segar,” kata dr Boyke sambil menekankan sesekali memberi kecupan dan pelukan pada pasangan. .

”Itu berlaku untuk suami istri,” jelasnya.

Simak Video “Alasan Berhenti Mengikuti Fenomena FWB Menurut Dr. Boyke”
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kn)