liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
Sirup Obat Batuk dari India Disebut Aman, Jadi Apa Biang Gagal Ginjal di Gambia?

Jakarta

Menyusul keributan atas kasus misterius gagal ginjal akut pada seorang anak, perusahaan farmasi Maiden (Maiden Pharmaceuticals Ltd) mengatakan akan membuka kembali pabrik utamanya. Alasannya, kata pejabat tinggi obat India, adalah sampel tes sirup obat batuk ditemukan tidak tercemar oleh zat terlarang dan memenuhi standar pemerintah.

Mengingat kematian seorang anak akibat gagal ginjal akut di Gambia diduga terkait dengan konsumsi produk sirup obat batuk dari India.

Pabrik ditutup sementara setelah tim investigasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan tingkat etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) yang tidak aman Oktober lalu. Zat tersebut diyakini beracun, menyebabkan cedera ginjal akut dan diduga terkait dengan kematian 69 anak di Gambia.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Namun minggu ini, India mengatakan kepada WHO bahwa sampel uji dari sekumpulan sirup yang dikirim ke Gambia memenuhi spesifikasi pemerintah. Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh laboratorium milik pemerintah tersebut telah dikirimkan ke panel ahli Kementerian Kesehatan untuk ditindaklanjuti.

WHO mengatakan mendukung tindakan India.

“Mandat WHO adalah mengeluarkan peringatan global tentang potensi risiko. WHO mendukung tindakan yang diambil,” kata juru bicara organisasi PBB Tarik Jasarevic seperti dikutip Reuters, Minggu (18/12/2022).

Sirup yang terkontaminasi ini berbahaya dan tidak boleh ada dalam obat apa pun, tambah Jasarevic. Ia menambahkan, laboratorium yang dikontrak WHO di Ghana dan Swiss menguji sirup obat batuk buatan Maiden Pharma. Saat itu ditemukan adanya kadar EG dan DEG yang berlebihan.