liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Singgung Izin Praktik Dokter, Eks Ketum IDI Angkat Bicara soal RUU Kesehatan


Jakarta

RUU Kesehatan Omnibus Law saat ini sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan dokter. Salah satu isu kontroversial yang juga dibahas dalam kaitan ini adalah Surat Izin Praktek (SIP).

Berdasarkan keluhan beberapa pihak terkait sulitnya mendapatkan izin praktik, diharapkan RUU Kesehatan yang sedang dibahas dapat menyederhanakan sistem yang ada. Sebelumnya, calon ahli medis dan dokter lulusan luar negeri mengaku prosesnya terlalu lama sehingga tidak bisa praktik di Indonesia.

Mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih pun angkat bicara mengomentari masalah ini. Menurutnya, pembahasan RUU Kesehatan jangan sampai mempersoalkan urusan administrasi seperti kasus surat izin praktek (SIP).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Soal administrasi, tempatnya bukan undang-undang, tapi peraturan di bawah undang-undang, kalau omnibus, itu soal strategis, yang harus diselesaikan,” katanya saat ditemui di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Sabtu (3). /12/2022).

Ia menyarankan agar pemerintah duduk bersama dengan organisasi profesi, bersama-sama merumuskan perubahan yang terbaik. Isu yang menurutnya perlu diprioritaskan adalah kematian ibu dan anak, gizi buruk dan stunting, penanganan infeksi, dan teknis jaminan kesehatan nasional (JKN).

‚ÄúDengan Omnibus Law ini, penanganan infeksi, penyakit menular, penyakit ini cukup longgar kan? Pandemi kemarin, sekarang harus ditangani, dokter spesialis kita masih kurang, ini perlu ditangani, masih ada banyak. Masalah JKN, saudara kita yang malang tidak ada kartunya, implementasi di lapangan masih bingung. Pembahasan ini sebenarnya SIP,” lanjut Daeng.

Baca lebih lanjut RUU Kesehatan Omnibus Law DI SINI.

Simak video “Dituduh mempersulit izin praktik bagi dokter lulusan luar negeri, apa kata IDI?”
[Gambas:Video 20detik]
(naik naik)