liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Singa Paling Kesepian di Dunia yang Sudah Lupa Cara Mengaum


Azerbaijan

Ruben adalah singa paling kesepian di dunia. Lingkungan yang buruk membuat hidup sengsara.

Menurut Star Daily, Ruben adalah hewan terakhir yang tersisa di kebun binatang milik oligarki Rusia. Kebun binatang ini terletak di perbatasan Armenia-Azerbaijan. Sejak pemiliknya meninggal, Ruben hidup sebatang kara.

Ruben telah tinggal di kandang kecil selama 5 tahun terakhir. Jan Creamer, dari ADI Wildlife Sanctuary, mengatakan hewan lain dari kebun binatang telah diselamatkan setelah pemiliknya meninggal.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Ruben yang berusia sekitar 15 tahun terlihat mengerikan dengan rambut kusut, gigi patah, dan kondisi saraf yang mencurigakan.

Ruben, singa paling kesepian di dunia Foto: (Suaka Margasatwa ADI)

“Singa hidup dalam kelompok keluarga dan mengaum saat berbicara. Sayangnya Ruben lupa cara mengaum,” kata Jan.

Saat diperiksa, Ruben berusaha melolong. Tapi tidak ada raungan yang keluar dari mulutnya, hanya tangisan sedih.

Kebun binatang telah ditutup, dan keluarga pemilik sebelumnya senang dengan penyelamatan Ruben. Namun pemindahan tersebut masih merupakan operasi rahasia untuk menghindari ketegangan antara Rusia dan Ukraina.

Ruben rencananya akan dibawa ke Afrika Selatan sebelum kondisinya semakin parah.

“Kucing besar ini tidak stabil saat berjalan dan terkadang kakinya terlipat di bawahnya. Matanya miosis, pupilnya kecil dan sempit,” katanya.

Kabar baiknya, Ruben masih bisa bereaksi terhadap orang-orang di sekitarnya. Kedengarannya bagus juga.

Dokter hewan Peter Caldwell sedang memeriksa tes darah terbaru Ruben untuk perjalanannya ke rumah permanennya di Afrika Selatan, dan memberinya pereda nyeri yang dia butuhkan.

Reuben diperkirakan akan pergi ke Afrika Selatan pada bulan Maret. Dia telah di-microchip dan diberikan vaksinasi yang diperlukan untuk perjalanan internasional.

Tonton Video “Singa Mataram, Grup Barongsai Asli Yogyakarta”
[Gambas:Video 20detik]
(bulan/bulan)