Jaksa penuntut umum akan memanggil paksa dua anggota Propam Polri untuk menjadi saksi dalam kasus obstruction of justice pembunuhan Brigadir J.


Jakarta, CNN Indonesia

Jaksa akan memanggil dua anggota secara paksa Polisi menjadi saksi dalam persidangan atas tuduhan menghalang-halangi proses peradilan pembunuhan Briptu J dengan terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria Adi Purnama.

Dua polisi yang dimaksud adalah Radite Hernawa dan Agus Saripul Hidayat.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Kami akan memanggil saksi lain secara paksa. Mengenai prosedurnya akan kami laksanakan karena kami telah menghubungi atasan langsung, Direktur Penyidikan Mabes Polri, yang menyatakan siap untuk itu,” kata jaksa. di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (24/11).

Sementara itu, kuasa hukum Hendra dan Agus melihat kedua orang itu sebagai saksi penting yang perlu didengar keterangannya di persidangan.

“Kami mengapresiasi kinerja Kapolri dalam mengendalikan negara ini, sehingga tidak ada kata maaf bagi dua anggota Polri, Radite dan Agus,” kata kuasa hukum Hendra dan Agus, Henry Yosodiningrat saat dikonfirmasi usai sidang.

“Keterangan mereka sangat diperlukan untuk menyelamatkan klien kami. Kami sangat meminta kejaksaan untuk memanggil mereka berdua secara paksa,” lanjutnya.

Henry mengaku sudah membaca Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Radite dan Agus.

“Kami sudah baca, saksi ini tidak faktual, karena dia tidak tahu apa-apa dan informasinya dari penyidik. Akhirnya yang bersangkutan dipandang sebagai ahli, oleh karena itu kita sangat perlu menguji keterangan para saksi. ,” jelasnya.

Majelis hakim juga meminta tim kejaksaan memanggil kedua saksi tersebut untuk dihadirkan di persidangan pekan depan, Kamis (1/12).

Duduk sebagai terdakwa dalam sidang hari ini adalah Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria Adi Purnama yang dituding menghalangi penyidikan terkait penanganan dugaan pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Briptu J.

Pelaku beraksi bersama Ferdy Sambo, Arif Rachman Arifin, Irfan Widyanto, Chuck Putranto dan Baiquni Wibowo.

(ryn/wis)

[Gambas:Video CNN]