Selain Alkohol, Pornografi-Sex Toys Juga Dilarang di Piala Dunia 2022


Doha

Tidak hanya minuman beralkohol yang dilarang di Piala Dunia Qatar 2022. Benda berbau cabul dan Sex Toys juga tidak boleh dibawa oleh penonton.

Perhatian para penggemar sepak bola dari seluruh dunia kini tertuju pada Qatar. Negara Islam di semenanjung Arab itu menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 yang berlangsung hingga pertengahan Desember.

Sebagai negara Islam, Qatar memiliki banyak pantangan dan pantangan bagi para penggemar sepak bola yang ingin menyaksikan langsung Piala Dunia 2022 untuk mendukung negaranya. Yang menjadi perhatian khusus adalah larangan penjualan minuman beralkohol, seperti bir, yang biasa dikonsumsi penonton di stadion.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Meski merupakan produsen bir, Budweiser merupakan salah satu sponsor utama Piala Dunia 2022. Budweiser hanya diperbolehkan menjual bir beralkohol di zona FIFA FAN Fest di pusat kota Doha. Penjualan juga dapat dilakukan di tempat hiburan yang ditunjuk.

Ternyata, bukan hanya bir saja yang dilarang, ada benda lain yang juga dilarang dibawa penonton selama Piala Dunia 2022, yakni benda cabul dan mainan seks.

“Adalah ilegal membawa benda-benda cabul seperti mainan seks ke Qatar,” bunyi peringatan dari Saran Perjalanan Pemerintah Inggris kepada warganya.

Penonton Piala Dunia 2022 juga diminta untuk menjaga kesopanan selama berada di Qatar. Pria dan wanita dilarang keras menunjukkan kasih sayang di depan umum. Berciuman atau bercinta di tempat umum berisiko ditangkap polisi dan kemungkinan dipenjara.

Selain dilarang bercinta di depan umum, penonton wanita juga dilarang keras berpakaian terlalu seksi dan terlalu menonjolkan kulit.

“Penonton perempuan harus berpakaian sopan saat berada di tempat umum. Perempuan harus menutup bahu dan menghindari penggunaan rok mini,” terang penyelenggara.

“Penonton pria dan wanita disarankan untuk tidak memakai celana pendek atau tank top saat mengunjungi gedung pemerintah, fasilitas kesehatan, atau pusat perbelanjaan,” tambah situs tersebut.

Dengan banyaknya aturan tersebut, penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Mantan presiden FIFA Sepp Blatter bahkan menyebut pemilihan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia adalah sebuah kesalahan.

“Itu adalah pilihan yang buruk dan saya bertanggung jawab sebagai Presiden FIFA saat itu,” pungkas Blatter.

Simak Video “Serunya FIFA Fan Festival, Titik Temu Suporter dari Berbagai Negara”
[Gambas:Video 20detik]
(www www)