Selain melawan korupsi, salah satu janji Anwar Ibrahim saat kampanye pemilu adalah tak akan mengambil satu sen pun gajinya sebagai perdana menteri jika menang.


Jakarta, CNN Indonesia

Anwar Ibrahim menyatakan bahwa dia tidak akan mengambil gaji sebagai Perdana Menteri Malaysia yang baru dilantik oleh Raja Al-Sultan Abdullah pada Kamis (24/11).

“Saya telah memilih untuk menolak gaji (saya) sebagai perdana menteri,” kata Anwar dalam konferensi pers pertamanya setelah menjadi perdana menteri, Kamis malam.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Pernyataan itu sejalan dengan janji kampanyenya. Selain memberantas korupsi, salah satu janjinya selama kampanye adalah tidak akan mengambil sepeser pun dari gajinya sebagai perdana menteri jika memenangkan pemilu.

Dalam kesempatan itu, Anwar juga dengan yakin menyatakan bahwa koalisi yang dipimpinnya yakni Pakatan Harapan (PH) telah meraih mayoritas di parlemen dengan dukungan penuh dari koalisi Barisan Nasional yang memegang mayoritas di parlemen.

[Gambas:Twitter]

“Kami menghargai bahwa kami sekarang memiliki komitmen dari 30 anggota DPR dari Barisan Nasional,” kata Anwar seperti dikutip The Star.

Saat ini, kata Anwar, pemerintahan koalisi yang dipimpinnya terdiri dari PH, Barisan Nasional, dan Sarawak Party Association (GPS). Kombinasi ketiganya membentuk koalisi terbesar di parlemen.

Setelah dua dekade menunggu, akhirnya Anwar Ibrahim resmi dilantik sebagai perdana menteri Malaysia hari ini, Kamis (24/11).

Anwar dilantik sebagai perdana menteri di Istana Negara pada pukul 17.00 waktu setempat.

“Saya, Anwar Ibrahim, telah ditunjuk, menerima jabatan perdana menteri. Saya bersumpah akan menjalankan tanggung jawab saya dengan jujur,” ujarnya.

Dia terpilih sebagai PM baru setelah drama pemilihan umum yang berlangsung Sabtu lalu. Pemilihan ini penuh drama karena tidak ada pemenang mutlak.

Anwar resmi menjadi PM Malaysia setelah dua dekade menunggu, tepatnya sejak pertengahan 1990-an.

(rds)

[Gambas:Video CNN]