liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Mantan Korspri Kadiv Propam Polri Kompol Chuck Putranto mengatakan penyerahan uang Rp150 juta kepada keluarga Brigadir J atas arahan Ferdy Sambo.


Jakarta, CNNIndonesia

Mantan Korspri Kadiv Propam Polri Kopral Chuck Putranto mengatakan uang Rp 150 juta itu milik Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J diserahkan kepada keluarga di Jambi dengan persetujuan dari Freddy Sambo.

Hal itu disampaikan Chuck saat menjadi saksi bagi terdakwa Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR, dan Kuat Ma’ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/11).

Awalnya, Sambo memerintahkan mantan ajudannya Adzan Romer menyerahkan barang-barang pribadi Brigadir J ke Provost Propam Polri usai pembunuhan. Barang-barang milik Brigadir J yang tidak ada kaitannya dengan peristiwa penembakan itu kemudian dikembalikan kepada pihak keluarga.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Namun, Chuck belum mengetahui lebih detail barang apa saja yang akan diserahkan kepada keluarga Brigadir J.

“Jadi saat itu Yang Mulia, barang-barang milik almarhum dibawa ke Provos. Lalu ada penyelidikan polisi sehingga yang terkait dengan kasus itu disita polisi, yang tidak terkait dikembalikan ke keluarga melalui Polres Jambi. . Ditpropam,” kata Chuck.

Chuck mengaku mendapat laporan dari mantan Kaden A Ropaminal Agus Nurpatria terkait adanya uang Briptu J senilai Rp 150 juta. Belakangan, Sambo memerintahkan agar uang itu dikembalikan kepada keluarga Briptu J di Jambi.

“Betul (uang Brigjen J dikembalikan). Karena Kombes Agus melapor, ‘Uang ini sekitar Rp 150 juta’. ‘Izin Bro, saya lapor dulu ke Pak Ferdy Sambo’. Lalu saya bilang ‘Jenderal., sana sekitar Rp 150 juta dalam bentuk uang, mohon petunjuknya.’ Dia mengatakan ‘itu telah diserahkan kepada keluarga’,” katanya.

Dalam kasus ini Bharada E, Bripka RR, dan Strong didakwa jaksa dengan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Perbuatan tersebut dilakukan bersama mantan Kepala Divisi Propam Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawati.

Mereka dijerat pasal 340 subsider pasal 338 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(lna/fra)

[Gambas:Video CNN]