liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
Riset Ungkap Daun Kelor Bisa Jadi Obat Kanker, Begini Temuannya


Jakarta

Daun kelor merupakan salah satu tanaman herbal yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Daun kelor atau Moringa oleifera merupakan tanaman herbal yang kaya akan nutrisi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta kajian mendalam tentang khasiat daun kelor agar bisa masuk pasar jamu dunia seperti tanaman ginseng asal Korea Selatan.

“Saya ingin menyeimbangkannya seperti ginseng Korea, melakukan penelitian serius untuk masuk ke dunia internasional,” kata Menkes, dikutip dari laman Sehat Negeriku, Senin (6/2/2023).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Manfaat daun kelor sering dikaitkan dengan berbagai penyakit berbahaya. Misalnya diabetes, hipertensi, beberapa penyakit kulit, bahkan gangguan pernapasan.

Tidak hanya itu, daun kelor mengkhawatirkan komunitas ilmiah karena sifat anti tumornya. Terutama pada tahap pencegahan.

Diekstrak dari Kelor Merah, daun kelor dapat dimasukkan dalam kategori tanaman yang tidak biasa karena mengandung konsentrasi zat yang sangat bermanfaat bagi kesehatan dan penggunaan teratur dapat menjaga fungsi tubuh yang optimal.

Daun kelor adalah suplemen alami yang memiliki 9 asam amino esensial, 27 vitamin, hampir 50 antioksidan berbeda, dan garam mineral.

Penelitian yang dilakukan pada daun kelor telah difokuskan pada sifat anti-kankernya karena adanya metabolit isothiocyanate dan glucosinolate konsentrasi tinggi. Kandungan benzil isosianat juga sangat cocok dalam pengobatan kemoterapi karena meningkatkan daya tahan sel sehat yang menjalani pengobatan invasif.

Selain itu, kandungan protein, kalsium, zat besi, vitamin, mineral (kalium dan magnesium) yang tinggi juga turut memperkuat kesehatan tubuh. Termasuk melawan tumor dan efek samping yang terjadi selama terapi.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Shama Ahmad, seorang profesor dari University of Alabama di Birmingham, Inggris. Penelitian ini menggunakan tanaman kelor yang berasal dari Arab Saudi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kelor terhadap mutasi fenotipik, kelangsungan hidup, dan siklus biologis sel tumor. Terutama pada kanker payudara dan kanker usus besar.

Dari seluruh bagian daun kelor, hasilnya menunjukkan adanya zat anti tumor pada bagian korteks dan daun. Sedangkan pada bijinya, tidak ditemukan zat anti tumor.

Zat anti kanker, terutama senyawa fenolik yang disebut eugenol, dalam berbagai penelitian telah dikaitkan dengan penyakit seperti melanoma, leukemia, karsinoma lambung, tumor kulit, dan prostat. Selain itu, senyawa lain dalam kelor seperti monosakarida d-allosea yang sangat langka juga dapat menghentikan siklus sel tumor pada tahap awal.

Di akhir penelitian, peneliti dari University of Alabama menyimpulkan bahwa kelor memiliki sifat anti tumor, baik dalam mobilitas sel maupun pembentukan koloni proliferatif baru untuk kanker payudara dan usus besar.

Simak video “Nagita Slavina Tak Sangka Daun Kelor Bisa Jadi Menu Makanan Anak”
[Gambas:Video 20detik]
(avk/naf)