liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Rezeki Anak Logam di Selat Bali, Sehari Bisa Rp 500 Ribu


Denpasar

Wisatawan yang datang ke Bali lewat jalur darat pasti sudah tidak asing lagi dengan orang-orang yang menceburkan diri ke laut di sekitar pelabuhan. Bahkan pada saat-saat tertentu pendapatan mereka bisa mencapai setengah juta rupiah.

Menurut salah satu anak perenang atau penyelam metal, Dany (22), hasil metallizing cukup membanggakan. Pada hari biasa atau tidak pada musim liburan, ia bisa mendapatkan penghasilan Rp 100.000 hingga Rp 200.000.

Pendapatan naik tajam saat libur lebaran. Metal kids bisa mendapatkan hingga Rp 500.000. Bahkan, penumpang kapal yang hendak menyeberangi Selat Bali menuju Pulau Jawa juga terkadang memberikan jajanan kepada anak-anak metal.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Beberapa anak logam juga bisa membeli sepeda motor dari produk logam. Penghasilan yang menggembirakan ini juga menyebabkan mereka menolak untuk bekerja di tempat lain. Namun, mereka tidak pernah memaksa penumpang kapal untuk memberikan uang.

Pemberian uang kepada anak metal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani/detikJatim)

“Itu juga pasti berapa hari kamu akan mendapatkan hasilnya. Anak-anak metal tua juga ada di sini,” kata Dany.

Dany menjelaskan, meski manfaat metal cukup menggiurkan, dia dan teman-temannya tidak melakukan aktivitas metal setiap hari. Sebab, tidak setiap hari Pelabuhan Gilimanuk ramai.

Apalagi mereka juga tidak kuat jika harus berenang dalam waktu lama di Selat Bali. “Kami juga tidak bisa berlama-lama di dalam air,” kata Dany.

Dany sebenarnya dilarang oleh orang tuanya untuk membuat logam. Namun, dia diam-diam melakukannya. “Sulit mencari pekerjaan,” keluhnya.

Menurut Dany, ada sekitar 20 anak besi di Pelabuhan Gilimanuk. Namun, sekitar 10 orang sering mengerjakan pengerjaan logam.

Baca artikel selengkapnya di detikBali

Simak Video “H-2 Natal, Turis Domestik Mulai Masuk Bali Lewat Gilimanuk”
[Gambas:Video 20detik]
(mis./mis.)