Bareskrim Polri berharap FBI membantu pihaknya untuk menangkap anak pemilik WanaArtha Life yang menetap di Amerika Serikat (AS).


Jakarta, CNN Indonesia

Bareskrim Polri dengan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) memburu anak pemilik WanaArtha Life terkait dugaan penggelapan dana nasabah.

Kasubdit Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Bareskrim Polri Kombes Ma’mun mengatakan akan segera mengeluarkan red notice. Ia berharap FBI bisa segera membantu kepolisian Indonesia.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Kita masih kejar dia ke AS, red notice akan keluar, insyaallah segera keluar. Mudah-mudahan FBI bisa cepat mengabulkannya,” ujar Ma’mun di IPB TV dikutip Jumat (25/). 11).

Ma’mun mengungkapkan, anak tersebut diduga kabur ke luar negeri. Sedangkan nominal hingga Rp 1,4 triliun tersimpan di rekeningnya.

“Sampai sekarang masih saya kejar anaknya, karena masih di luar negeri. Anak bungsunya punya rekening senilai Rp 1,4 triliun,” ujarnya.

Ma’mun mengatakan, putra bungsu pemilik WanaArtha Life ini memiliki dua kewarganegaraan. Menurutnya, anak tersebut lahir di AS, namun memiliki paspor Indonesia.

“Dia memiliki kewarganegaraan ganda,” katanya.

“Siapa yang salah? Saya tidak mau bicara siapa yang salah, jelas ada yang salah dari manajemen,” imbuhnya.

Sebelumnya, Satreskrim Polri menetapkan tujuh orang sebagai tersangka kasus penggelapan WanaArtha Life. Beberapa di antaranya adalah pejabat PT WanaArtha Life.

“Tetap tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus yang terkait dengan PT Asuransi Jiwa Adi Sarana WanaArtha,” kata Kadiv Humas Kombes Polri Nurul Azizah dalam jumpa pers, Selasa (2/8).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan asuransi jiwa, yakni Wanaartha Life dan Kresna Life.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Ogi Prastomiyono mengatakan terkait Wanaartha Life, otoritas memberlakukan pembatasan administratif yang membatasi kegiatan usaha karena perseroan tidak dapat memenuhi persyaratan permodalan dan ekuitas.

“Terkait perencanaan keuangan, PT WA belum bisa menyelesaikan masalah fundamental perusahaan, belum ada komitmen dari pemegang saham pengendali (PSP) untuk menambah modal,” ujarnya dalam konferensi pers, dilansir detik.com, Kamis (3). . /11).

(yla/fra)

[Gambas:Video CNN]