liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Rudi Suryanto, mantan Kanit Provos Polsek Way Pengubuan Polres Lampung Tengah yang menembak mati rekannya Ipda Ahmad Karnaen divonis 12 tahun penjara.

Lampung, CNNIndonesia

Rudy Suryanto, mantan Kepala Satgas Polres Jalan Pemakaman Lampung Tengah yang menembak mati rekannya Ipda Ahmad Karnaen pada 4 November 2022, divonis 12 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Gunung Sugih, Lampung Tengah, Kamis (5/1).

Dalam sidang putusan penembakan polisi, Majelis Hakim Achmad Iyud Nugraha menilai Rudi Suryanto melanggar Pasal 338 KUHP.

“Menetapkan terdakwa divonis 12 tahun penjara dalam kasus penembakan polisi terhadap polisi,” kata majelis hakim dalam persidangan, Kamis (5/1).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Putusan hakim itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang mendakwa terdakwa Rudi Suryanto dengan hukuman seumur hidup.

Majelis hakim menilai, terdakwa Rudi Suryanto tidak terbukti melanggar dakwaan pokok Jaksa Penuntut Umum (JPU). Di sisi lain, terbukti secara hukum melanggar dakwaan JPU yaitu Pasal 338 KUHP.

“Terdakwa tidak terbukti melakukan pembunuhan berencana berdasarkan Pasal 340 KUHP,” kata hakim.

Sementara itu, hakim anggota M Anggoro Wicaksono mengatakan, unsur pembunuhan berencana ditiadakan saat pembuktian keterangan saksi di persidangan.

Seperti keterangan bahwa terdakwa tampak tenang saat ditembak dan ditangkap polisi. Bukti ini tidak terbukti di pengadilan.

Menurutnya, Rudi Suryanto mengalami stres saat memikirkan istrinya yang sakit. Pikiran itu, menghantui para terdakwa sebelum melakukan pembunuhan.

“Majelis hakim menilai aksi itu dalam keadaan tegang, bukan dalam keadaan tenang,” ujarnya.

Usai mendengar putusan yang diterima terdakwa Rudi Suryanto, Ipda Ety istri mendiang Ipda Ahmad Karnaen yang hadir dalam persidangan didampingi kerabatnya tak kuasa menahan tangis histeris atas putusan terhadap terdakwa Rudi Suryanto yang dianggapnya. terlalu ringan untuk menyebabkan kematian suaminya.

Ipda Ety menyatakan ketidakpuasannya atas putusan hakim tersebut.

Hal itu membuat hakim menegur dan mengingatkan Ipda Ety agar sidang tetap kondusif.

“Silakan gunakan upaya hukum yang ada,” kata hakim.

Majelis hakim memberikan waktu tujuh hari untuk memproses banding tersebut.

“Melalui Penuntut Umum dan Penasihat Hukum, jika Saudara tidak setuju atau keberatan atas putusan tersebut, silakan ajukan proses kasasi,” ujarnya.

Terdakwa Rudi Suryanto kini telah divonis 12 tahun penjara dan menunggu kasasi.

Apabila dalam jangka waktu yang ditentukan tidak ada banding ke Pengadilan Tinggi (PT), maka putusan majelis hakim mempunyai nilai hukum tetap.

Sementara itu, JPU yang diwakili Bagian Intelijen Kejaksaan Negeri Lampung Tengah Topo Dasawulan mengatakan mengapresiasi putusan majelis hakim yang menghukum terdakwa Rudi Suryanto, mantan Kapolsek Way Pengubuan, Polres Lampung Tengah. 12 tahun penjara.

“Keputusan ini belum final, dan kami putuskan untuk banding ke tingkat yang lebih tinggi (PT). Yang jelas, secepatnya akan kami sampaikan,” kata Topo.

Sebelumnya, dalam sidang yang digelar Rabu (30/11), jaksa Ria Susilowati menuntut agar terdakwa Rudi Suryanto divonis penjara seumur hidup atas pembunuhan berencana yang dilakukannya terhadap Aipda Ahmad Karnain pada 4 September 2022.

Jaksa menyatakan bahwa terdakwa terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana. Hal ini terlihat dari rekonstruksi kasus dan bukti-bukti lain yang ditemukan selama persidangan.

Selain itu, dalam pemeriksaan saksi-saksi di persidangan sebelumnya, diketahui bahwa terdakwa sengaja melakukan pembunuhan tersebut. Terdakwa juga menguji senjatanya di ladang singkong.

Kemudian berdasarkan keterangan dokter forensik Rumah Sakit Polri (RS) Bhayangkara Lampung yang dihadirkan di persidangan sebagai ahli mengatakan, kematian korban Ahmad Karnaen hanyalah akibat ditembak.

“Dengan demikian, terdakwa telah memenuhi unsur pembunuhan berencana dan kejaksaan telah mengumpulkan bukti-bukti,” katanya.

Tuduhan terhadap terdakwa adalah bahwa ia telah melakukan pembunuhan berencana. Meringankan gugatan, terdakwa dengan sadar mengakui perbuatan yang telah dilakukannya.

(Minggu/Minggu)

[Gambas:Video CNN]