liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Polda Metro Jaya membeberkan sejumlah fakta atau temuan baru terkait kasus pembunuhan berantai yang dilakukan oleh Wowon cs.

Jakarta, CNNIndonesia

Polisi mengaku mayoritas keluarga korban tidak melaporkan kehilangan anggotanya sebagai halangan dalam mengusut kasus pembunuhan berantai oleh Wowon Erawan alias Aki cs.

Tujuh dari sembilan korban meninggal terkait dengan tersangka, hanya korban Noneng yang dilaporkan hilang ke polisi.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Karena kemarin keluarga yang hilang juga tidak melapor. (Yang melapor) adalah korban atas nama Noneng. Sedangkan yang lainnya belum melapor sampai sekarang,” ujar Direktur Reserse Kriminal Polres Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi. wartawan, Rabu (25/1).

Karena itu, kata Hengki, pihaknya mengambil langkah proaktif dengan mencari keluarga yang merasa kerabatnya belum ditemukan.

“Kami secara proaktif mencari jika ada keluarga mereka yang tidak diketahui keberadaannya, termasuk pekerja asing,” katanya.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan kerabat untuk melaporkannya. Apalagi jika ada tanda-tanda kehilangan anggota keluarga terkait Wowon cs.

“Mohon siapa saja yang terkait dengan pelaku segera lapor, agar kita bisa mengusut tuntas, agar tidak ada korban lain,” ujarnya.

Kasus penipuan dan pembunuhan berantai yang dilakukan Wowon cs akhirnya terungkap saat polisi menyelidiki kematian tiga anggota satu keluarga di Bantar Gebang, Kota Bekasi.

Semula diduga ketiga orang tersebut meninggal karena keracunan. Namun, ketiganya ternyata adalah korban pembunuhan yang dilakukan Wowon cs.

Tersangka mengaku kepada polisi bahwa mereka telah melakukan pembunuhan lagi. Total ada sembilan korban yang tersebar di Bekasi, Cianjur, dan Garut.

Kapolres mengatakan, dari sembilan orang tersebut, tujuh di antaranya adalah kerabat tersangka atau anggota keluarga. Sedangkan dua korban lainnya merupakan TKA bernama Siti dan Farida.

Di sisi lain, polisi juga menemukan 11 TKW yang menjadi korban penipuan Wowon cs. Polisi juga menemukan arus kas Rp 1 miliar oleh para pekerja asing tersebut.

(des/pm)

[Gambas:Video CNN]