liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Piutang Diambil Mereka, Utang Saya yang Lunasi


Jakarta

Teddy Pardiyana masih dalam bayang-bayang hukuman sebagai terdakwa kasus penyelewengan aset yang dilaporkan Rizky Febian. Teddy Pardiyana masih lugu menjual mobil yang diklaimnya milik Lina Jubaedah untuk melunasi utang.

Usai sidang, Teddy Pardiyana dengan sikap kalem kembali berbicara. Ia mengatakan telah menjalin komunikasi terkait utang mendiang Lina Jubaedah.

“Kami sempat membicarakan hal terkait almarhum karena masih ada utang,” kata Teddy Pardiyana di Pengadilan Negeri Bandung kemarin.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Kalau piutang sudah diambil mereka, kalau saya bayar utangnya,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Rizky Febian tidak terima mobil yang dibelinya dengan hasil jerih payahnya dan dititipkan kepada Lina Jubaedah yang dijual Teddy Pardiyana setelah Lina meninggal dunia.

Teddy beralasan uang hasil penjualan mobil Innova itu untuk melunasi utang Lina Jubaedah. Ia menjual mobil tersebut seperti dilansir detikJabar karena rekomendasi dari driver Lina Jubaedah, Asep Hermanto atau Pak Ecep

“Karena waktu saya bingung, waktu kena COVID ada tunggakan ke bank, lalu Dede butuh popoknya, dia juga bingung. Pak Ecep menyarankan jual (mobil) karena dia juga punya utang ke bank. harus dibayar sekitar Rp 20 juta. Jadi dia minta dulu (uang),” jelas Teddy Pardiyana.

Utang Lina Jubaedah di Panin Bank disebut Rp 150 juta dan naik menjadi Rp 210 juta. Teddy menuturkan, sebagai orang terlantar, ia merasa memiliki kewajiban untuk melunasi utang tersebut.

“Tapi karena ada klaim lain yang harus diselesaikan, maka kewajiban melunasi utang itu tertinggal,” ujarnya.

Namun saat menjadi saksi dalam persidangan Teddy Pardiyana, Rizky Febian mengaku kepada Sule tidak mengetahui soal utang Lina Jubaedah. Dari awal Teddy hanya membahas utang kepada anak Lina dari Sule.

Pengacara Teddy Pardiyana, Wati Trisnawati menjelaskan mengapa Teddy tak pernah bicara soal utang Lina Jubaedah.

“Penjelasan Pak Teddy, kenapa ini (masalah utang) tidak muncul dari awal, karena ketika almarhum meninggal dibicarakan tentang rencana pembunuhan, sehingga dia lupa dengan utang yang harus dibayar oleh Pak Teddy. . Teddy ke bank,” kata Wati Trisnawati dalam konferensi pers virtual.

Simak Video “Teddy Jalani Praperadilan Usai Jadi Tersangka Laporan Rizky Febian”
[Gambas:Video 20detik]
(pus/dal)