Ayah dari AKBP Dody disebut sempat dihubungi Irjen Teddy untuk mengikuti skenario yang telah dibuat terkait kasus peredaran gelap narkoba.


Jakarta, CNNIndonesia

Ayah dari AKBP Dody Prawiranegara disebut telah dihubungi Irjen Pol Teddy Minahasa mengikuti skenario yang telah dibuat terkait dengan kasus peredaran gelap narkoba.

Selain itu, Teddy juga disebut meminta Dody menggantikan pengacara yang mendampinginya dalam kasus ini.

“Jadi isinya, setelah saya konfirmasi, membujuk saya untuk mencabut kewenangan saya dan mengikuti semua skenario yang disiapkan oleh Pak TM (Teddy Minahasa),” kata kuasa hukum Dody, Adriel Viari Purba, dalam keterangannya. Polres Metro JayaRabu (23/11) siang.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Adriel juga mengaku ayah kliennya juga sering menerima telepon dari nomor tak dikenal. Namun, kata dia, ayah Dody tak pernah mengangkat telepon.

“Banyak orang yang menghubungi Pak Maman dengan nomor yang sama dengan Pak Maman saat menghubungi Pak TM,” ujarnya.

Di sisi lain, terkait konfrontasi antara Dody dan Teddy serta tersangka lainnya, Adriel mengatakan kliennya tetap pada keterangan awalnya sesuai dengan berita acara pemeriksaan (BAP).

“Hasil konfrontasi dengan nasabah ini tetap konsisten dengan informasi yang ada di BAP. Jadi tetap konsisten karena tidak ada yang perlu diubah, sesuai fakta kebenaran, tidak goyah sama sekali meski banyak intervensi,” ujarnya. dikatakan. dikatakan.

Lebih lanjut, Adriel juga mengaku pihaknya mendapat informasi terbaru bahwa jaksa penuntut umum membantah pernyataan kuasa hukum Teddy terkait adanya 5 kilogram sabu.

Sementara itu, diketahui Hotman Paris selaku kuasa hukum Teddy telah menyatakan sabu seberat 5 kilogram yang menjadi objek perkara dalam kasus ini disimpan kejaksaan.

“Jadi saya baru dapat informasi hari ini dari Kepala Kejaksaan Sumbar melalui Asintelnya, membantah semua pernyataan Pak TM melalui kuasa hukumnya Bang Hotman terkait sabu yang katanya masih utuh dan ada,” kata Adriel.

“Semuanya dibantah. Tidak ada hubungannya dengan barang bukti sabu seberat 4,1 kilogram menurut Kejaksaan Tinggi Sumbar terkait kasus ini. Benar bubuk batangan murni disisihkan untuk dijadikan bedak tabur,” imbuhnya.

Kabarnya, mantan Kapolda Sumbar Irjen Teddy Minahasa ditetapkan sebagai tersangka kasus peredaran narkoba. Dia diduga mengendalikan penjualan lima kilogram narkoba.

Selain Teddy, ada empat polisi yang juga menjadi tersangka. Yakni AKBP Dody yang mantan Kapolres Bukittinggi, mantan Kapolsek Kalibaru Kompol KS, anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Aiptu J, dan anggota Aipda A Polsek Kalibaru.

Kemudian ada enam tersangka lagi yang merupakan warga sipil yang juga ditetapkan sebagai tersangka. Masing-masing berinisial HE, AR, L, A, AW dan DG.

Dalam perkara ini, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (3) sub Pasal 112 ayat 2 jo Pasal 132 ayat (1) jo Pasal 55 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

(des/tsa)

[Gambas:Video CNN]