liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Pasutri Catat! 5 Tips yang Bikin Bercinta Jadi Lebih 'Enak'


Jakarta

Berhubungan seks adalah bagian dari kehidupan keluarga. Berbagai upaya dilakukan pasangan untuk mencapai kenikmatan seksual. Salah satu jenis seks yang dilakukan adalah seks anal.

Seks anal adalah praktik memasukkan penis, jari, atau benda asing seperti vibrator ke dalam anus. Dengan tindakan pencegahan yang tepat, seks anal umumnya aman.

Namun, ada risiko berbeda yang mungkin timbul dari hubungan seks jenis ini, selain vagina atau oral. Dikutip dari Medical News Today, berikut 4 risiko yang ditimbulkan seks anal.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

1. Meningkatkan infeksi bakteri

Benda asing yang dimasukkan ke dalam anus mengurangi sel-sel yang merupakan pelumas alami vagina. Air liur yang digunakan di anus dan vagina tidak memiliki sel alami ini. Lapisan dubur juga menjadi lebih tipis.

Kurangnya pelumasan dan penipisan rektum memungkinkan robekan antara anus dan rektum. Feses yang keluar dari anus mengandung bakteri yang berpotensi menyerang kulit melalui air mata.

2. Meningkatkan Risiko Infeksi Menular Seksual (IMS)

Kulit yang lebih mudah sobek saat berhubungan seks melalui anus daripada hubungan seks melalui vagina meningkatkan risiko infeksi menular seksual, seperti klamidia, gonore, herpes, dan HIV. Sekali terinfeksi, bisa menjadi penyakit jangka panjang karena banyak IMS yang sulit diobati.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), seks anal merupakan aktivitas seksual dengan risiko penularan HIV paling tinggi dibandingkan jenis seks lainnya.

3. Wasir yang semakin parah

Wasir adalah area pembuluh darah di dalam dan di luar rektum yang dapat menyebabkan gatal, pendarahan ringan, dan terkadang nyeri.

Jika Anda menderita wasir, seks anal bahkan lebih menyebalkan. Namun, seks anal tidak menyebabkan wasir sebelum orang tersebut mengembangkannya. Untuk mengurangi iritasi, gunakan pelumas yang memadai.

4. Meningkatkan risiko komplikasi fistula

Dalam kasus yang jarang terjadi, robekan pada lapisan anus atau rektum dapat tumbuh di luar usus dan bagian tubuh lainnya. Kondisi ini dikenal sebagai fistula.

Fistula bisa menjadi keadaan darurat medis karena memungkinkan tinja dari usus berpindah ke tempat lain di tubuh. Karena feses secara alami mengandung banyak bakteri, memiliki fistula dapat menyebarkan bakteri ke organ tubuh lainnya, menyebabkan infeksi dan kerusakan. Jika sudah terjadi, dokter akan menyarankan operasi untuk mengatasi komplikasi ini.

Hati-hati dengan seks anal. Jangan lupa gunakan pelumas secukupnya untuk menghindari potensi risiko.

Simak Video “Indonesia Dihantui Resesi Seks, Menolak Menikah dan Punya Anak”
[Gambas:Video 20detik]
(Celine Kurnia/kna)