liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
Mata Minus gegara Kurang Piknik? Bisa Banget, Kata Dokter Sih Begini

Jakarta

Gangguan mata bisa menjadi masalah dalam kehidupan seseorang. Kualitas hidup dapat terpengaruh jika Anda memiliki kualitas mata yang buruk. Padahal, sadar atau tidak sadar, ada beberapa aktivitas yang justru bisa menimbulkan masalah pada mata.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setidaknya 2,2 miliar orang di dunia menderita gangguan penglihatan dekat atau jauh. Setidaknya dalam 1 miliar, atau hampir setengah dari kasus ini dapat dicegah dan diobati.

Sementara itu, dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan, jumlah penyandang tunanetra di Indonesia berdasarkan survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness memperkirakan 3 dari 100 orang yang berusia di atas 50 tahun mengalami kebutaan atau sekitar 1,6 juta orang.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Penyebab utama gangguan penglihatan adalah refraksi. Pembiasan adalah gangguan mata yang menyebabkan cahaya yang masuk ke mata tidak terfokus dengan jelas. Ini membuat bayangan objek tampak buram atau tidak fokus.

Beberapa penyebab refraksi adalah karena bola mata terlalu panjang, terlalu pendek, perubahan bentuk kornea, dan penuaan lensa mata.

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko refraksi seseorang. Ini termasuk waktu membaca, bekerja di depan komputer, bermain video game, atau melakukan pekerjaan visual jarak dekat.

Genetika juga dapat meningkatkan risiko berkembangnya masalah kesehatan. Miopia cenderung menurun dalam keluarga. Risikonya lebih tinggi jika kedua orang tuanya rabun jauh.

“Kalau ada penolakan dalam keluarga, ada kemungkinan penolakan. Gaya hidup juga mempengaruhi. Anak-anak jaman sekarang banyak bermain gadget sehingga bisa meningkatkan risikonya,” kata dr Andi Akhmad Faisal, M.Kes, SpM, Minggu (5/5). /3/ 2023).

SELANJUTNYA: Kurangnya piknik membuat mata Anda cepat berpaling?

Simak Video “Kembali ke Rumah Sakit, Indra Bekti Akan Jalani Operasi Mata”
[Gambas:Video 20detik]