liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, dalam Kabinet Pemerintah Bersatu memilih dua wakil perdana menteri di pemerintahannya, yang diumumkan Jumat (2/12).


Jakarta, CNN Indonesia

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, memutuskan untuk memilih dua wakil perdana menteri dalam pemerintahannya. Pengamat menilai langkah ini sejalan dengan negosiasi koalisi sebelumnya.

Pada Jumat malam (2/12) waktu setempat, Anwar mengumumkan daftar nama-nama yang masuk Kabinet Pemerintahan Bersatu Malaysia.

“Wakil Perdana Menteri dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Ahmad Zahid Hamidi, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Perdagangan dan Komoditi Seri Fadillah Yusof,” kata Anwar saat konferensi pers.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Zahid adalah ketua koalisi Barisan Nasional (BN) dan presiden Organisasi Melayu Bersatu (UMNO), sedangkan Fadillah adalah anggota Partai Koalisi Sarawak (GPS).

Menanggapi pemilihan tersebut, pengamat hubungan internasional Universiti Sultan Zainal Abidin di Malaysia, Suyatno Ladiqi, mengatakan keputusan itu berdasarkan negosiasi awal.

Pemerintahan Anwar Ibrahim didukung tiga koalisi, yakni Pakatan Harapan yang dipimpinnya, koalisi BN yang punya sejarah permusuhan dengan Anwar, dan GPS.

“Itu menunjukkan koalisi yang dijanjikan di awal perundingan koalisi. Seorang wakil PM dari BN dengan kursi yang cukup, dengan 30 kursi parlemen. Satu lagi wakil PM sebagai wakil rakyat Kalimantan,” kata Suyatno ketika dihubungi. oleh CNNIndonesia.com, Sabtu (12/3).

Suyatno juga tak menampik langkah itu sebagai cara Anwar untuk merebut kekuasaan.

“Tentu secara teori tawar-menawar politik dicapai tidak hanya untuk memenuhi stabilitas yang sudah mapan, tapi lebih dari itu, untuk memenuhi kepentingan politik masing-masing kelompok,” ujarnya.

Sementara itu, Pengamat Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran Teuku Rezasyah menjelaskan, keputusan mengangkat dua wakil PM justru mempermudah pekerjaan Anwar.

“Memiliki dua Wakil Perdana Menteri akan memudahkan koordinasi lintas sektor, karena pembagian tugas sangat ketat. Situasi ini akan memudahkan Anwar untuk memimpin negara,” kata Rezasyah.

Senada dengan itu, pengamat Akademi Riset Strategis Nusantara, Azmi Hassan mengatakan, penunjukan Zahid dan Fadilah merupakan konsesi bagi BN dan GPS atas dukungannya.

“Satu-satunya faktor mengapa Zahid atau Fadillah dipilih adalah karena faktor politik dan untuk memantapkan pemerintahan di semenanjung ke depan,” kata Azmi seperti dikutip Malay Mail.

Penunjukan Fadilah sebagai wakil PM, lanjutnya, merupakan bentuk kepedulian Putrajaya terhadap pembangunan Kalimantan termasuk Sarawak.

Terpilihnya dua wakil perdana menteri itu tak serta merta menimbulkan kehebohan. Banyak netizen yang geram setelah Anwar memilih Zahid.

Menurut mereka, pemilu mempengaruhi visi Anwar untuk memberantas korupsi. Zahid diketahui menghadapi puluhan dakwaan termasuk pencucian uang, pelecehan dan korupsi.

Namun, sejumlah pengamat menilai tindakan Anwar diperlukan untuk kelangsungan pemerintahannya. Di sisi lain, PM ke-10 Malaysia juga menganut asas praduga tak bersalah.

(isa/wiw)

[Gambas:Video CNN]