liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Lebih Mematikan dari COVID? Ini Wanti-wanti Pakar RI soal Pandemi Tersembunyi


Jakarta

Wakil Menteri Kesehatan RI Dr Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan resistensi antibiotik akibat mikroba berpotensi menjadi pandemi tersembunyi atau silent pandemic. Hal ini terlihat dari tingginya angka kematian akibat resistensi tersebut.

Menurut Ketua Komite Pengendali Resistensi Antimikroba, dr Harry Parathon, SpOG(K), angka kematian akibat resistensi ini kemungkinan akan terus meningkat. Bahkan, jumlahnya bisa mencapai 10 juta kematian setiap tahunnya.

“Artinya untuk mencapai 10 juta mungkin tidak perlu sampai tahun 2050. Mungkin tahun 2035 atau 2040 akan ada 10 juta (kematian) jika kita tidak mencoba mengambil tindakan untuk memblokir silent pandemic. Dia perlahan menjadi korban, dan jumlahnya cukup tinggi,” jelas dr. Harry dalam Pengarahan Media Virtual ‘Inovasi Sorbact Cegah Resistensi Anti Mikroba (AMR) dalam Perawatan Luka’, Selasa (29/11/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Kematiannya luar biasa, dari enam bakteri saja menyebabkan 3,5 juta orang meninggal setiap tahun akibat infeksi. Akibat enam bakteri ini saja,” lanjutnya.

Masalah Lain Yang Disebabkan Oleh Bakteri Resisten

Sejauh ini kematian akibat bakteri resisten mencapai 4,9 juta per tahun. Bahkan, kata dr Harry angka ini hampir dua kali lipat jumlah kematian akibat COVID-19, yakni sekitar 2,7 juta per tahun.

Selain itu, Dr. Harry mengingatkan bahwa kasus ini juga dapat menimbulkan masalah lain.

“Dan yang menjadi serius adalah pendanaan,” ujar Dr. Menyerobot.

Di Indonesia, biaya pengobatan infeksi biasa atau terus menerus bisa mencapai 18 juta rupiah. Sedangkan untuk kasus infeksi bakteri resisten, biayanya bisa tiga kali lipat atau sekitar 53 juta rupiah.

Tonton Video “India Hadapi Pandemi Superbug, Pakar IDI Ingatkan Penggunaan Antibiotik”
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)