liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Kumpulan Rumah Transmigran di Sumedang Jadi Desa Adat


Jakarta

Sumedang memiliki desa tradisional dan pastinya unik. Desa wisata merupakan tempat berkumpulnya para transmigran.

Desa Sepurmayung, Desa Cimarga, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang direncanakan menjadi konsep wisata desa adat. Diketahui, desa tersebut banyak dihuni eks transmigran Sumedang dari berbagai daerah di Indonesia.

Mereka pindah ke Kampung Sepurmayung melalui program pemerintah berupa transmigrasi lokal (translok) pada pertengahan tahun 2002-2003. Mereka harus kembali ke kampung halaman karena konflik di daerah yang mereka duduki.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Seperti yang diungkapkan salah satunya Maryadi atau biasa disapa Ade (50). Ia merupakan warga Sumedang, eks transmigran dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Ia yang masih kecil menemani kedua orang tuanya merantau ke Aceh sekitar tahun 1983. Ade banyak menghabiskan masa remajanya di sana. Bahkan istrinya sendiri adalah sesama transmigran Aceh dari Sumedang.

“Kami pindah ke Sumedang tahun 1999 saat konflik Aceh sedang parah-parahnya,” jelasnya.

Saat itu, program translokasi di Sumedang sendiri ditempatkan di dua titik di Kampung Cimarga, yakni Kampung Margawati dan Kampung Gunung Lingga. Ia akhirnya memilih tinggal di Gunung Lingga atau disebut Kampung Sepurmayung.

Saat itu, awalnya ia merasa asing dengan bentuk bangunan yang disediakan untuk warga translokasi di Kampung Sepurmayung. Pasalnya, bentuk bangunannya cukup unik dan seragam, menyerupai desa adat.

Rumah Julang Ngapak di Dusun Sempurmayung, Desa Cimarga, Kecamatan Cisito, Kabupaten Sumedang (Foto: Nur Azis/detikcom)

“Awalnya aneh, karena di tempat lain di kawasan transmigrasi, bangunannya tidak seperti itu,” ujarnya.

Ia baru mengetahui mengapa bentuk bangunan itu seragam setelah mendengar perkataan Kepala Desa (Kades) yang saat itu dijabat Darmo dan Bupati saat itu yang masih dijabat Misbach.

Kampung Adat Sepurmayung kini dihuni lebih dari 60 Kepala Keluarga (KK) dengan sekitar 56 unit rumah yang ada. Dari jumlah itu, beberapa di antaranya masih mempertahankan bentuk asli rumahnya.

Baca artikel selengkapnya di detikJabar

Simak Video “Jokowi Apresiasi Keberhasilan Sumedang Kurangi Stunting Berbasis Digital”
[Gambas:Video 20detik]
(mis./mis.)