liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Wakil Ketua KPK memastikan penyidik tak akan memaksakan usut Formula E di Jakarta jika tidak menemukan bukti permulaan yang cukup.

Jakarta, CNN Indonesia

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tidak akan dipaksa menaikkan status kasus dugaan korupsi tersebut Formula E di Jakarta ke tahap penyidikan jika tidak menemukan bukti permulaan yang cukup.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua KPK Johanis Tanak saat membenarkan kabar tajuk kasus atau pengungkapan KPK terkait ajang balap mobil listrik.

“(Jika penyidikan tidak menemukan bukti permulaan) tidak akan dibawa ke penyidikan,” kata Johanis kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (25/1) sore.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Johanis membantah kabar bahwa KPK telah mengungkapkan Formula E bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) beberapa waktu lalu. Dia mengatakan, kedua lembaga hanya berkoordinasi.

Ia pun mengoreksi pernyataan sebelumnya yang menyebut penyesuaian ini untuk mengetahui kerugian negara di Formula E.

“Masih sebatas koordinasi,” kata Johanis.

“BPK bisa bertindak kalau dalam tahap penyidikan. Ini masih tahap penyidikan kan, jadi BPK belum bisa melakukan penyidikan,” lanjutnya.

Johannis mengklaim penyelidikan Formula E tidak bermasalah. Tim penyidik, jelasnya, masih berusaha mencari apa yang dibutuhkan untuk mengungkap kasus tersebut.

Ia juga membantah kabar yang menyebut beberapa pimpinan KPK memaksa penegak hukum menaikkan status Formula E dari tingkat penyidikan ke tingkat penyidikan. Menurutnya, perbedaan pendapat di KPK merupakan hal yang wajar.

“Tidak ada perdebatan, hanya diskusi biasa. Pemimpin tidak bisa memaksakan suatu kasus untuk naik tanpa alasan dan alasan yang cukup,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Penyidikan KPK Endar Priantoro dan Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto dilaporkan ke Badan Pengawas (Dewas) karena diduga tidak mematuhi perintah atasan. Hal ini diduga terkait penanganan laporan pelaksanaan Formula E di DKI Jakarta. Pelapor adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Berdasarkan sumber CNNIndonesia.com, laporan tersebut merupakan hasil judul kasus atau paparan penerapan Formula E yang statusnya belum ditingkatkan dari investigasi ke investigasi.

Keterbukaan yang dilakukan KPK dan BPK pada Selasa, 10 Januari 2023 dihadiri oleh tiga pimpinan KPK yakni Firli Bahuri, Alexander Marwata dan Johanis Tanak. Kegiatan tersebut melibatkan tim penegak hukum antara lain Karyoto, Endar Priantoro, Direktur Penyidikan Asep Guntur, Plt Direktur Kejaksaan, Satgas Penyidikan, Satgas Sidik, dan Satgas Penuntutan.

Sumber itu menyebut ketiga pimpinan KPK itu “ngotot” agar status penyidikan Formula E dinaikkan ke tingkat penyidikan. Sementara itu, JPU tetap menyatakan tidak cukup karena tidak ditemukan mens rea atau kedengkian.

(ryn/tsa)

[Gambas:Video CNN]