Kepala BNPB Suharyanto mengatakan dari 272 korban meninggal imbas gempa bumi di Kabupaten Cianjur, baru 162 orang yang teridentifikasi.


Cianjur, CNN Indonesia

Korban meninggal gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, jumlahnya meningkat menjadi 272 pada pukul 17.00 WIB, Kamis (24/11).

“Perkembangan terakhir jumlah korban, hari ini ada 272 jenazah. Hari ini ditemukan satu jenazah atas nama Puan Nining, 64 tahun.” kata Kepala BNPB Suharyanto di Posko Tanggap Darurat, Kantor Bupati Cianjur.

Suharyanto mengatakan, dari 272 korban meninggal dunia, baru 162 orang yang teridentifikasi. Sementara 39 orang masih hilang.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Ada 165 orang yang teridentifikasi. Sementara 107 jenazah masih kami cari identitasnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan anak buahnya untuk memprioritaskan evakuasi setelah 39 orang hilang pascagempa Cianjur, Jawa Barat.

Jokowi mengatakan, tim pencari akan fokus mengevakuasi Kampung Cijedil. Dia memeriksa situs untuk memastikan transfer berjalan dengan baik.

“Proses evakuasi menjadi prioritas, kami fokus dan sore ini kami akan fokus ke titik evakuasi ini,” kata Jokowi di Cianjur, Kamis (24/11).

Jokowi mengatakan medan yang terjal, hujan, gempa susulan, dan tanah yang labil menjadi kendala dalam proses evakuasi. Namun, dia memastikan pencarian tetap dilanjutkan.

“Menteri PUPR sudah menginstruksikan kepada jajarannya yang sudah terbiasa potong dan tambal agar semua bisa dikerjakan,” kata Jokowi.

Pemerintah Kabupaten Cianjur menetapkan masa tanggap darurat gempa bumi selama 30 hari sejak 21 November. Tim SAR gabungan terus mencari korban yang masih hilang, tertimbun reruntuhan bangunan atau tanah longsor pascagempa.

Sebanyak 15 kecamatan di Cianjur terdampak gempa. Ribuan rumah penduduk hancur dan sekitar 61 ribu orang harus mengungsi di beberapa tempat pengungsian.

(tim/fra)

[Gambas:Video CNN]