liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
Keluar Rumah Mikir Dua Kali


Jakarta

Kemacetan lalu lintas bukanlah hal baru di jalur Pantai Pati-Rembang Utara. Situasi ini membuat warga malas keluar rumah.

Memang benar jika ada yang mengatakan bahwa Jalan Pantura adalah proyek pemerintah yang tak lekang oleh waktu. Selalu ada perbaikan di sana, di beberapa kecamatan yang dilaluinya.

Yang terbaru dan terhebat adalah proyek kerusakan dan perbaikan di Pati. Sekarang, sudah lebih dari sebulan dan jarak antar distrik terlalu jauh untuk menempuh lebih dari lima jam.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Dampaknya sebagai warga setempat jelas jalan alternatif di Pati Utara semakin rusak. Banyak truk dan bus AKAP-PATAS yang mencari jalan alternatif Wedarijaksa-Juawana,” ujar Mirza Ghulam (31), warga Pati. dalam percakapan. oleh detikcomSabtu (4/3/2023).

“Jadi jalan itu tidak cocok untuk lori dan bus yang berat tonasenya. Jalannya rusak ditambah lagi musim hujan,” tambahnya.

Dua titik kemacetan Pati-Rembang

Mirza menjelaskan, ada dua titik yang menjadi penyebab kemacetan lalu lintas di sana. Yang pertama adalah jembatan baru di Kecamatan Juwana dan satu lagi perbaikan jalan di wilayah Kabupaten Batangan.

Di Juwana, penyempitan jalan menjadi faktor utama kemacetan akibat perbaikan jembatan lama. Di Batangan, sistem buka tutup memaksa truk tronton besar mematikan mesinnya jika ada penggalian jalan karena akan tumpah lagi.

Jadi, hanya sepeda motor yang bisa lewat dengan lancar. Namun, para pemudik juga diimbau untuk berhati-hati karena kondisi jalan yang begitu rusak.

“Sistem buka tutup ada di jalan Batangan. Karena material lama sedang digali di jalan menggunakan alat berat. Di Juwana, jembatan hanya bisa dilalui dua truk besar,” kata Mirza.

Berpikir dua kali untuk meninggalkan rumah

Sebagai warga sekitar, Mirza dan tetangganya harus berpikir dua kali untuk meninggalkan rumah. Mereka lebih memilih untuk mengambil tol dari Semarang jika menuju Jawa Timur untuk menghindari kemacetan lalu lintas yang ada.

Sebab, saya dulu punya pengalaman berkendara dari Jepara ke Rembang yang biasanya memakan waktu 2,5 jam, sekarang menjadi tujuh jam. Ia mengikuti jalan utama atau tidak keluar jalur melalui jalan alternatif.

“Kalau orang di sini mau cari kerja di timur, pikir dua kali. Berapa biaya masuknya, seperti apa jalannya? Saya malas ke Rembang,” ujarnya.

Simak Video “Rute Pantura Juwana Pati Masih Sangat Macet Hampir 5 Jam Tiap Hari”
[Gambas:Video 20detik]
(misalnya/perempuan)