liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Jokowi Pastikan RI Tak Alami Resesi Seks, BKKBN Beberkan Datanya


Jakarta

Berbeda dengan beberapa negara di Asia yang saat ini dilanda banyak orang yang menolak menikah dan memiliki anak, Indonesia dikatakan jauh dari risiko serupa atau dikenal dengan resesi seks. Pasalnya, sebagian besar masyarakat Indonesia masih menikah untuk tujuan prokreasi atau ingin memiliki anak.

Hal itu disampaikan Presiden RI Joko Widodo dalam pembukaan Rakernas Bidang Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana serta Percepatan Program Stunting, Rabu (25/1/2023).

Melengkapi pernyataan tersebut, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr Hasto Wardoyo, SpOG, mengatakan Indonesia masih jauh dari resesi seks.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Sebenarnya saya sudah percaya bahwa di Indonesia tidak ada resesi seks. Resesi seks yang masif berarti orang tidak memiliki keinginan untuk berhubungan seks. Jarang terjadi seperti itu,” kata Dr Hasto saat ditemui detik.com di BKKBN Bangunan , Jakarta Timur, Rabu (25/1).

Di Indonesia, dalam setahun ada 4,8 juta bayi lahir. Dari 2 juta orang yang menikah dalam setahun, sekitar 1,6 juta hamil di tahun pertama pernikahan. Dari situ dia yakin, Indonesia jauh dari kemungkinan penurunan populasi karena masyarakat menolak berhubungan seks dan punya anak.

‚ÄúPasangan 99 persen kalau ditanya ingin punya anak, 99 persen semuanya ingin punya anak. Jadi di Indonesia perkawinan itu prokreasi. Di beberapa negara maju ada jaminan. Saya menikah karena ingin mendapat jaminan perlindungan. .. Ada yang tidak punya anak, tidak aman, ada yang rekreasi. Jadi ada yang menikah hanya untuk rekreasi saja,” jelas dr Hasto lagi.

“Tapi Indonesia tidak. Mayoritas ingin punya anak. Idul Fitri pun belum hamil,” pungkasnya.

Anda dapat membaca lebih lanjut tentang resesi seks di Indonesia DI SINI.

Simak Video “Indonesia Dihantui Resesi Seks, Menolak Menikah dan Punya Anak”
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/atas)