liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Polri mengaku tak tahu keberadaan Ismail Bolong saat ini dan hanya bisa menunggu kehadiran dia memenuhi panggilan penyidik soal kasus suap tambang ilegal.


Jakarta, CNN Indonesia

Polisi masih menunggu kedatangan Ismail Bolong Menanggapi panggilan pengadilan terkait kasus saya ilegal di Kaltim, Selasa (29/11).

Direktur Tindak Pidana Khusus Mabes Polri Brigjen Pipit Rismanto mengaku pihaknya masih menunggu konfirmasi dari Ismail terkait gugatan tersebut.

Ismail Bolong telah menerima panggilan kedua dari polisi. Panggilan pertama dilakukan minggu lalu, tapi Ismail tidak muncul.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Belum, belum ada konfirmasi dia akan hadir. Sabar, tunggu. Hari ini (tunggu) sampai malam. Kita tunggu siapa tahu dia konfirmasi datang,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Pipit mengatakan, setelah video pengakuannya viral di media sosial, keberadaan Ismail tidak diketahui lagi. Namun, dia memastikan prosedur pemanggilan penyidikan sudah dilakukan oleh penyidik ​​Bareskrim Polri.

“Ya, sejak video itu viral, keberadaannya tidak diketahui,” katanya.

Ismail menjadi perbincangan masyarakat setelah mengaku telah menyerahkan uang hasil penambangan liar di Kaltim senilai Rp 6 miliar kepada Komgen Agus Andrianto selaku Kabareskrim.

Namun, beberapa waktu kemudian, Ismail meminta maaf kepada Agus. Diakuinya, pernyataan awal itu dilontarkan atas tekanan Brigjen Hendra Kurniawan yang saat itu masih menjabat sebagai Kapolri.

Brigjen Hendra Kurniawan membenarkan Agus terlibat dalam penambangan liar di Kalimantan Timur. Agus disebut menerima titipan sebagai uang koordinasi.

Penerimaan titipan koordinasi itu berdasarkan berita acara pemeriksaan (LHP) bernomor R/ND-137/III/WAS.2.4/2022/Ropaminal tanggal 18 Maret 2022 yang dilaporkan Hendra kepada mantan Kepala Divisi Propam Ferdy Sambo.

Kemudian, LHP dengan R/1253/IV/WAS.2.4/2022/DivPropam tanggal 7 April 2022 yang dilaporkan Ferdy Sambo kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Terkait dugaan korupsi penambangan liar, Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan pihaknya harus memiliki bukti. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan terhadap Ismail.

“Tentu kita mulai dari Ismail dulu, baru kita cek dari sana. Karena proses pidana itu harus ada buktinya,” kata Sigit di Gelora Bung Karno, Sabtu (26/11).

(tfq/gil)

[Gambas:Video CNN]