IDI Ungkap Korban Gempa Cianjur Mulai Diserang Penyakit, Ini yang Ditemukan


Jakarta

Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Dr Moh Adib Khumaidi, SpOT memberikan informasi terkini mengenai kondisi korban gempa di Cianjur, Jawa Barat. Saat ini, pihaknya bersama IDI Cianjur masih memantau distribusi tenaga kesehatan untuk membantu korban.

“Saat ini fokus pada layanan pemetaan, akses masih terputus. Proses pemindahan masih berlangsung termasuk pencarian 39 orang yang belum ditemukan,” kata Dr Adib dalam keterangan tertulis, Jumat (25/ 11/2018). 2022).

Sejauh ini dilaporkan sekitar 272 korban tewas dan 50 persen di antaranya adalah anak-anak. Sekitar ribuan orang juga dilaporkan menderita luka-luka dan sedang menjalani perawatan.

“Rata-rata karena merupakan komplikasi dari trauma yang didapat akibat gempa,” jelasnya.

Penyakit yang sering ditemui oleh tim medis antara lain:

ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) Fraktur (patah tulang) Alergi Sobek Mialgia Dispepsia/radang sendi Asma Diare Diabetes (akibat tidak terkontrol dan sulit mendapatkan pelayanan) Kudis (scabies)

Sementara untuk korban anak-anak, banyak kasus bronkopneumonia dan ISPA selain trauma seperti patah tulang, kaki, luka di kepala atau badan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua IDI Cianjur Dr. Ronny Hadyanto memaparkan tantangan yang dihadapi para dokter dan tenaga medis. Beberapa pasien dengan luka terbuka dan patah tulang tidak dirawat karena pasien tidak mau berobat.

Selain itu, banyak korban yang tidak mau dirujuk karena takut dirujuk ke luar Cianjur.

“Sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari masih sulit, lokasi MCK tidak sesuai,” terang dr Ronny.

Simak Video “Bicara Organisasi di Luar IDI, Ketua IDI Singgung PDSI?”
[Gambas:Video 20detik]
(kna/vyp)