liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Heboh Wanita Payudaranya Tak Berhenti Tumbuh, Inikah Penyebab Gigantomastia?


Jakarta

Seorang wanita di Australia, Pamelia J (27), menderita gigantomastia yang membuat payudaranya terus membesar hingga kini. Pamelia diketahui didiagnosis menderita gigantomastia pada Maret 2022

“Sangat tidak nyaman. Payudara saya sangat berat dan saya bisa merasakan banyak rasa sakit,” kata Pamelia seperti dilansir Mirror UK, Jumat (20/1/2023).

Akibat kondisinya, wanita berusia 27 tahun itu menderita sakit punggung, leher, dan bahu. Akibatnya, ia mencari pertolongan medis dan dirujuk ke ahli bedah setelah payudaranya berubah dari ukuran bra J menjadi ukuran M, tumbuh selebar 14 cm dalam delapan bulan. Dadanya juga meningkat dari 39 inci (100 cm) menjadi 51 inci (130 cm).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Dikutip dari Healthline, gigantomastia adalah kondisi langka yang menyebabkan payudara wanita tumbuh berlebihan. Seseorang dengan kondisi ini akan mengalami pertumbuhan payudara yang cepat dan tidak proporsional. Tingkat pertumbuhan payudara dapat bervariasi dari beberapa minggu hingga beberapa tahun.

Gigantomastia dianggap sebagai kondisi jinak (non-kanker), yang dapat melumpuhkan secara fisik jika tidak ditangani. Dalam beberapa kasus, kondisinya sembuh dengan sendirinya, tetapi banyak wanita dengan gigantomastia memerlukan operasi pengecilan payudara atau mastektomi.

Penyebabnya hingga saat ini masih belum diketahui. Namun, peneliti berpendapat kondisi ini mungkin dipengaruhi oleh:

Perubahan hormon (seperti saat pubertas atau kehamilan).

Obat-obatan seperti penicillamine atau bucillamine. Kondisi autoimun seperti lupus atau radang sendi. Obesitas ekstrem. Genetika.

Tonton video “Apakah Makanan Mempengaruhi Ukuran Payudara?”
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)