liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Heboh Kuliner Nasi Minyak, Bisa Begini Jadinya Kalau Kena Dislipidemia


Jakarta

Makanan viral di pinggir ‘rice oil’ yang diolah dengan minyak berlebih. Menunya menyajikan sepiring nasi dengan cabai dan saus bumbu yang ditaburi minyak.

Terkait hal tersebut, pakar penyakit dalam dr Andi Khomeini Takdir Haruni mengatakan bahwa mengonsumsi makanan dengan minyak berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit, terutama dislipidemia. Kondisi ini mengacu pada tingkat yang tidak sehat dari satu atau lebih jenis lipid atau lemak dalam darah.

“Saya khawatir dengan efek peningkatan kasus dislipidemia dan turunannya,” terang dr Koko dalam cuitan dari akun Twitter pribadinya, dikutip detikcom seizinnya, Selasa (17/1/2023).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Dislipidemia mengacu pada tingkat yang tidak sehat dari satu atau lebih jenis lipid (lemak) dalam darah. Darah mengandung tiga jenis lipid:

trigliserida lipoprotein densitas tinggi (HDL) dan lipoprotein densitas rendah (LDL).

Jika seseorang menderita dislipidemia, biasanya kadar LDL atau trigliseridanya terlalu tinggi. Kondisi ini juga menandakan kadar HDL yang rendah.

Apa bahayanya?

Laman Healthline menjelaskan bahwa LDL sering dianggap sebagai jenis kolesterol ‘jahat’ karena dapat menumpuk dan membentuk gumpalan atau plak di dinding arteri. Terlalu banyak plak di arteri jantung dapat menyebabkan serangan jantung.

HDL adalah kolesterol ‘baik’ karena membantu menghilangkan LDL dari darah. Mengalami dislipidemia berarti kadar kolesterol baik dalam tubuh turun.

Trigliserida disimpan dalam sel lemak dan dilepaskan sebagai energi saat tubuh membutuhkannya. Namun, jika Anda mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang Anda bakar, penumpukan trigliserida dapat terjadi.

Kadar LDL dan trigliserida yang tinggi menempatkan Anda pada risiko serangan jantung dan stroke yang lebih tinggi. Kadar kolesterol HDL yang rendah dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi

Simak video “Penjelasan Seorang Dokter Tentang Dislipidemia”
[Gambas:Video 20detik]
(kna/suc)