liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Harian COVID Diprediksi Ngegas di Atas 10 Ribu, Aturan Nataru Diperketat?


Jakarta

Situasi COVID-19 di Indonesia mulai merayap kembali jelang libur Natal dan Tahun Baru. WHO bahkan menyebut penyebaran Corona di wilayah Jawa-Bali sudah pada level 2.

Apakah akan ada pengetatan sebelum Nataru?

“Tentu akan diputuskan oleh satgas khususnya Jawa-Bali, ada Kementerian Kelautan dan Investasi. Kami akan evaluasi,” kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dr Maxi Rein Rondonuwu saat rapat, Kamis (1/12/2022) .

Maxi menambahkan, melihat jumlah harian COVID-19 rata-rata 7.000 kasus, maka bisa terjadi peningkatan hingga 10.000 kasus sehari. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperketat program kesehatan dan melakukan vaksinasi ulang untuk menghentikan penularan dan mencegah kematian.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Dikatakan akan melakukan penjajakan untuk meningkatkan cakupan vaksin booster bagi lansia. Hal itu dilakukan karena kasus kematian akibat COVID yang terjadi dalam dua bulan terakhir didominasi oleh kelompok tersebut.

“Kita akan adakan pertemuan bagaimana mempercepat vaksinasi untuk lansia karena jika dinilai dalam 2 bulan terakhir, 60 persen lansia. Kemudian sebagian besar belum divaksinasi atau pernah divaksinasi satu kali, sehingga lansia kita prioritaskan. agar beban perawatan di rumah sakit tidak berat,” pungkas Maxi.

Simak video “Awas Lonjakan Covid-19, Satgas Minta Masyarakat Perketat Prokes”
[Gambas:Video 20detik]
(kn/naf)