Empat anak pendiri Sinarmas Group dilaporkan ke Bareskrim atas dugaan tindak pidana pemalsuan identitas.


Jakarta, CNNIndonesia

Empat putra pendiri Sinar Mas Kelompok tersebut dilaporkan ke Polri atas dugaan penipuan identitas kriminal.

Laporan ini disiapkan oleh salah satu putra pendiri Sinarmas Eka Tjipta Widjaja, Freddy Widjadja didampingi pengacaranya Kamaruddin Simanjuntak yang membuat laporan ini pada Senin (21/11).

“Membuat Laporan Polisi terkait tindak pidana yang diduga menggunakan KTP, KK, dan PASPOR (HUKUM TAPI PALSU) atas nama INDRA WIDJAJA, FRANKY OESMAN WIDJAJA, MUKTAR WIDJAJA, dan OEI TJIE GUAN AKA TEGUH GANDA WIDJAJA,” ujar Kamaruddin Simanjuntak kepada wartawan, Senin (21/11).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Menurut Kamaruddin, keempatnya masih berstatus WNA keturunan Tionghoa dan semuanya terlibat dalam tindak pidana pemalsuan KTP berupa KTP, Kartu Keluarga, dan Paspor.

Selain itu, Kamaruddin juga meminta Bareskrim membuka kembali kasus pemalsuan akte kelahiran terlapor yang dihentikan penyidikannya pada 18 Oktober lalu karena tidak ditemukan unsur pidana.

Sementara itu, terlapor diancam dengan Pasal 93 UU Administrasi Kependudukan tentang pemalsuan surat dan/atau dokumen kepada Badan Pelaksana dalam melaporkan peristiwa kependudukan dengan ancaman 6 tahun penjara beserta pasal 263, 264 dan 266 ayat 1& 2 KUHP tentang penggunaan dan pemalsuan Akta Otentik juncto pasal 55 KUHP.

Belum ada informasi dari Sinar Mas Group terkait kedatangan Freddy dan pengacaranya.

CNNIndonesia.com telah mencoba meminta penjelasan dari Grup Sinarmas melalui Komunikasi Global Emmy Kuswandari mereka terkait dugaan pemalsuan dokumen, namun belum mendapat tanggapan.

(mna/sfr)