liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
Duh, Ribuan Orang yang Pernah Kena COVID Alami Masalah Ini


Jakarta

Infeksi COVID menyebabkan ribuan orang mengalami masalah pencernaan. Misalnya seperti asam lambung naik, mual, hingga masalah lambung lainnya.

Menurut penelitian Nature Communications, ribuan orang yang terpapar COVID pada tahun 2020 mengalami masalah pencernaan yang berkelanjutan. Selain refluks asam, sebagian besar pasien juga mengalami kram perut yang berkepanjangan, sembelit, dan diare setelah infeksi COVID.

Dalam penelitian baru-baru ini, orang dengan COVID, bahkan mereka yang memiliki gejala ringan, secara signifikan lebih mungkin mengalami masalah perut jika dibandingkan dengan orang yang tidak pernah menderita COVID.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Para peneliti membandingkan catatan medis lebih dari 154.000 orang Amerika yang terinfeksi COVID dengan sekitar 5,6 juta yang tidak.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9.605 orang yang terpapar COVID memiliki masalah pada sistem pencernaan, pankreas, dan hati.

Risiko gastrointestinal jangka panjang juga meningkat pada orang yang terpapar virus dengan gejala yang lebih parah. Rata-rata, orang yang pernah mengidap COVID 36 persen lebih mungkin mengalami masalah pencernaan jangka panjang.

Masalah kesehatan paling umum yang berhubungan dengan lambung adalah gastroesophageal reflux (GERD), sakit perut, sembelit, dan diare.

Studi telah menemukan bahwa gangguan mikrobioma usus dapat menyebabkan gangguan pencernaan termasuk GERD dan sindrom iritasi usus besar (IBS). Virus dapat mengganggu keseimbangan alami bakteri baik dan jahat di usus. Hal ini dapat menyebabkan pasien terkena infeksi sekunder.

Namun, para ilmuwan masih mempelajari lebih lanjut tentang efek COVID-19 pada kesehatan usus. Tetapi dalam penelitian baru-baru ini dihipotesiskan bahwa peradangan kronis yang terkait dengan COVID mungkin berperan dalam gejala masalah gastroesophageal.

Ada kemungkinan bahwa beberapa fragmen virus masih ada di saluran pencernaan setelah infeksi sembuh, mengakibatkan peradangan lebih lanjut pada lambung dan usus.

Para peneliti juga menemukan bahwa lapisan usus kecil mungkin sangat permeabel terhadap virus sehingga dapat dengan mudah masuk ke sistem pencernaan. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami bagaimana virus corona memengaruhi tubuh dalam jangka panjang dan bagaimana dokter dapat mengobati gejala COVID yang berkepanjangan.

Tonton Video “Peringatan Pakar Long Covid-19 Tsunami di Indonesia”
[Gambas:Video 20detik]
(avk/naf)