liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
dr Boyke Singgung Efek Medis Paksa Seks Oral, Heboh Terkait RKUHP


Jakarta

Dalam kehebohan pengesahan RKUHP, salah satu hal yang mendadak menjadi perhatian adalah terkait perluasan definisi pemerkosaan. Pengertian perkosaan dalam KUHP pada mulanya diartikan sebagai seorang laki-laki yang memasukkan alat kelamin perempuan ke dalam perempuan yang bukan istrinya.

Sementara itu, dalam KUHP baru yang dikukuhkan pada Selasa (12/6), terdapat pernyataan seks oral tentang perkosaan yang tercantum dalam poin 6 dan 7 Bab Pemerkosaan Pasal 473 KUHP versi 30 November. Kode kriminal. kode RKUHP.

“Memasukkan aurat orang lain ke dalam anus atau mulut orang lain, memasukkan aurat orang lain ke dalam anus atau mulut sendiri,” demikian kutipan RKUHP dikutip dari detikNews, Selasa (12/6/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Bagaimana komentar Dr Boyke?

Pakar seks Dr Boyke Dian Nugraha menegaskan bahwa aktivitas seksual termasuk seks oral tentunya harus dilakukan atas dasar persetujuan, yang berarti mendapatkan persetujuan dari satu sama lain atau pasangan. Sedangkan oral seks sendiri merupakan jenis hubungan seks yang tidak menimbulkan resiko berbahaya selama dilakukan dengan pasangan yang tidak memiliki penyakit menular seksual.

Pasalnya, risiko penyakit menular seksual cukup tinggi pada aktivitas seks oral. Dr Boyke menekankan bahwa yang terpenting adalah persetujuan pasangan dalam setiap variasi gender.

“Oral seks itu bagian dari keragaman seks. Tidak berbahaya, kecuali salah satu pasangan ada penyakit menular seksual. Misalnya gonore (gonore). Lalu gonore di tenggorokan atau GO faringitis bisa terjadi,” jelasnya kepada detik. .com, dikutip Selasa (12/6) ).

“Semua tindakan seksual harus disetujui oleh pasangan. Jika pasangan tidak mau, jangan,” kata Dr Boyke.

Meski begitu, dr Boyke mengingatkan bahwa variasi oral seks aman dilakukan dengan memperhatikan kebersihan dan kesehatan pasangan. Misalnya, seks oral lebih baik bila tidak ada gejala seperti keputihan atau gonore.

Lebih aman jika pasangan akhirnya menggunakan kondom untuk mencegah penularan atau penularan bakteri.

“(Penggunaan kondom pada aktivitas seks oral) cukup efektif untuk bakteri (gonore, sifilis, dll). Tapi untuk virus kurang efektif karena pori-pori kondom lebih besar dari ukuran virus (misalnya HIV, herpes),” jelasnya.

Simak Video “Alasan Berhenti Mengikuti Fenomena FWB Menurut Dr. Boyke”
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)