liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Sejumlah saksi mata menceritakan kengerian melihat detik-detik pesawat Yeti Airlines oleng diudara hingga jatuh menghantam lembah Seti di Pokhara, Nepal.

Jakarta, CNN Indonesia

Sejumlah saksi melihat langsung momen pesawat tersebut Yeti Airlines jatuh ke jurang dekat bandara baru di Pokhara, Nepal, saat hendak mendarat pada Minggu (15/1). Pesawat ATR tersebut membawa 72 penumpang.

Seorang warga bernama Kaplan Sunar mengaku melihat sebuah pesawat condong ke arahnya saat sedang mencuci pakaian di halaman rumahnya pada Minggu sekitar pukul 11.00 waktu setempat.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Pesawat miring dengan sudut yang tidak biasa dan beberapa detik kemudian terjadi ledakan seperti bom,” kata Sunar.

“Kemudian saya melihat kepulan asap hitam membumbung dari lembah Seti,” katanya lagi.

Pesawat Yeti Airlines jatuh di Gharipatan, Pokhara, sekitar pukul 11.00. Salah satu sayap pesawat menghantam tanah sekitar 12 meter dari rumah warga bernama Geeta Sunar.

Sedangkan bagian depan pesawat jatuh tidak jauh dari situ, sedangkan bagian belakang pesawat jatuh ke lembah Seti.

“Jika pesawat jatuh sedikit lebih dekat ke rumah kami, pemukiman akan hancur,” kata Geeta menceritakan bagaimana dia bisa melarikan diri setelah pesawat hampir menabraknya.

[Gambas:Video CNN]

“Ada begitu banyak kerusakan di lokasi kejadian tetapi karena terjadi jauh dari pemukiman tidak ada korban jiwa atau kerusakan pada pemukiman tersebut,” tambahnya seperti dikutip dari Kathmandu Post.

Geeta melihat api di kedua sisi ngarai Seti dengan tubuh tergeletak di sekitar reruntuhan yang terbakar.

“Bagian-bagian dari pesawat dan tas penumpang kecil berserakan di mana-mana saat pesawat pertama kali menyentuh tanah.”

Geeta juga mengatakan bahwa anak-anak yang bermain di jalanan mendengar teriakan para penumpang dari dalam pesawat.

Anak-anak bernama Samir dan Prajwal Pariyar mengaku menyaksikan jatuhnya pesawat di kawasan tersebut. Mereka mengatakan pesawat berputar seperti mainan saat jatuh dari langit.

Beberapa saat kemudian, teriakan penumpang terdengar dari dalam pesawat.

Tiba-tiba lingkungan menjadi gelap karena asap, kata Samir.

“Sepertinya ban pesawat akan menabrak kita saat jatuh.”

Bainsha Bahadur BK, warga setempat lainnya, mengatakan dia terkejut melihat pesawat dilalap api, meninggalkan tujuh hingga delapan jendela utuh. Dia yakin ada penumpang yang masih hidup saat itu.

“Sekitar tujuh atau delapan jendela pesawat masih utuh dan kami menduga penumpang mungkin masih hidup,” kata BK.

“Tapi api menyebar ke bagian lain pesawat dalam semalam. Kami menyaksikan dengan ngeri.”

Sebuah pesawat ATR 72 Yeti Airlines jatuh pada hari Minggu ketika mencoba mendarat di bandara baru Pokhara. Sedikitnya 68 orang tewas dalam insiden itu.

Otoritas penerbangan sipil Nepal melaporkan bahwa dari total 68 penumpang, 37 pria, 25 wanita, tiga anak dan tiga bayi.

Lima belas penumpang adalah warga negara asing dengan rincian lima warga India, empat warga Rusia, dua warga Korea, dan masing-masing satu warga Australia, Argentina, Prancis, dan Irlandia.

Hingga saat ini pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat tersebut. Pihak berwenang juga masih berusaha menemukan kotak hitam pesawat tersebut.

(tim/rd)

[Gambas:Video CNN]