liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Daftar Lengkap Rincian Omicron XBB di DKI, Ada Varian Kraken?


Jakarta

Belum ada varian Kraken atau Omicron XBB.1.5 di DKI Jakarta. Varian XBB Omicron yang paling dominan di DKI adalah XBB.1 yaitu sebanyak 607 kasus.

Total ada 753 kasus varian XBB yang teridentifikasi oleh Dinas Kesehatan DKI. Kepala Seksi Epidemiologi dan Surveilans Imunisasi (Dinkes) Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr.

Tes antigen PCR dan COVID-19 dapat dilakukan di puskesmas secara gratis untuk kontak dekat dan yang memiliki gejala. Mereka yang aktif berwisata atau pekerja kantoran juga bisa mendapatkan fasilitas ini.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

PCR dan antigen gratis di Puskesmas DKI Jakarta bagi yang memiliki gejala atau kontak dekat dapat dilakukan untuk segala usia dan semua yang berdomisili atau memiliki KTP DKI Jakarta. Orang yang beraktivitas di Jakarta seperti sekolah atau bekerja di Jakarta juga bisa melakukannya,” jelas dr Ngabila kepada detikcom Jumat (1/12/2022).

”Kebijakan ini sudah diterapkan sejak awal pandemi pada Januari 2020,” lanjutnya.

Rincian 753 kasus Omicron XBB di DKI Jakarta adalah sebagai berikut:

Omicron XBB: 50 kasus Omicron XBB.1.1: 12 kasus Omicron XBB.1: 607 kasus Omicron XBB.2: 59 kasus Omicron XBB.3: 14 kasus Omicron XBB.4: 11 kasus

”Belum ada kasus Omicron XBB.1.5,” jelas dr Ngabila dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (12/1).

Tonton Video “China Merasa Didiskriminasi Karena Pembatasan Covid-19”
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kn)