liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Ckckck! Demi Gratisan, 3 Pria Ini Jadi Penumpang Gelap di Kapal Selama 11 Hari


Pulau Canary

Siapa yang tidak ingin liburan gratis ke luar negeri? Tapi jangan seperti ketiga pria ini ya?

Sebuah kapal tanker dari Nigeria tiba di Kepulauan Canary, Spanyol. Saat kapal mendekati pelabuhan, para petugas di sana terkejut dengan apa yang mereka lihat.

Kemudi kapal yang dekat dengan permukaan laut terlihat kencang. Bagian yang seharusnya kosong ini ditumpangi oleh 3 pria ceroboh.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Dilansir dari Berita Harian, kapal berbendera Malta Althini II tiba di Las Palmas, Gran Canaria, setelah berangkat dari Lagos, Nigeria pada 17 November lalu. Menurut laman pelacakan maritim, kapal sepanjang 183 meter itu telah menempuh jarak lebih dari 2.700 mil laut atau sekitar 4.345 kilometer.

Ya, kapal ini telah berlayar selama 11 hari di laut lepas. Bayangkan betapa tersiksanya ketiga pria ini di setir.

Sesampainya di pelabuhan, petugas langsung membawa mereka ke rumah sakit di pulau Gran Canaria. Mereka dinyatakan mengalami dehidrasi sedang dan mengalami gejala hipotermia.

“Malam ini, Salvamar Nunki (kapal penjaga pantai) menyelamatkan tiga penumpang Althini II, berlabuh di dermaga pelabuhan Las Palmas dan datang dari Nigeria,” cuit Salvamento Maritimo, badan pertahanan dan penyelamatan laut Spanyol.

Tidak jelas bagaimana orang-orang yang bersembunyi ini berhasil bertahan dalam perjalanan. Karena ternyata mereka tidak memiliki persediaan yang siap dan tidak ada ruang untuk tidur di kemudi kapal.

Kepulauan Canary sendiri merupakan pintu gerbang favorit bagi para migran dari Afrika yang mencoba memasuki Eropa.

Setelah dinyatakan sehat, ketiga penumpang tersebut rencananya akan dipulangkan menggunakan kapal tanker yang sama. Hal ini berdasarkan hukum yang berlaku di Spanyol, pemilik kapal atau agen kapal bertanggung jawab mengembalikannya ke tempat pemberangkatan. Kecuali mereka pencari suaka atau anak di bawah umur.

Kasus orang yang bersembunyi di pucuk pimpinan kapal ini bukanlah yang pertama. Tahun 2020 lalu, ada seorang anak laki-laki yang melakukan perjalanan dari Lagos, Nigeria ke Gran Canaria. Sama seperti 3 pria ini, bocah itu dirawat di rumah sakit karena hipotermia.

Tonton Video “Peledakan Bom Surat di Kedutaan Besar Ukraina di Spanyol, 1 Pekerja Terluka”
[Gambas:Video 20detik]
(bulan/bulan)