liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138

Jakarta, CNN Indonesia

BPJS Ketenagakerjaan atau BP JAMSOSTEK membantah data yang dibocorkan dan dijual di forum gelap senilai Rp 153 juta oleh hacker bernama Bjork dimiliki oleh perusahaan.

Deputi Humas BPJS Ketenagakerjaan Oni Marbun mengatakan, sejak tersiar kabar peretasan Bjorka, pihaknya bergerak cepat melakukan investigasi bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Dari hasil investigasi, diduga sumber kebocoran data tersebut bukan berasal dari BPJS Ketenagakerjaan.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Selain investigasi, kata Oni, pihaknya juga melakukan langkah preventif seperti memperkuat sistem keamanan teknologi informasi terhadap potensi gangguan data, dengan meningkatkan perlindungan dan ketahanan sistem.

“Sebagai bagian dari tanggung jawab kami sebagai pengelola data peserta, kami akan terus menindaklanjuti hal ini dengan serius. Kami akan secara berkala mengkomunikasikan perkembangan terkait kejadian ini kepada masyarakat,” ujar Oni melalui keterangan resmi, Rabu (15/10). 3).

Sebelumnya, 19,5 juta data pengguna BPJS Ketenagakerjaan diduga bocor dan dijual di dark forum seharga Rp 153 juta pada Minggu (12/3) lalu.

Dalam unggahan di BreachForums, akun bernama Bjorka membocorkan 19,5 juta data dengan nama ‘BPJS Ketenagakerjaan Indonesia 19 Juta’.

Ia juga membagikan 100.000 sampel berisi NIK, nama lengkap, tanggal lahir, alamat, nomor handphone, alamat email, jenis pekerjaan dan nama perusahaan.

“Jika Anda ingin membeli database, silakan hubungi saya di Telegram,” kata Bjorka dalam postingannya.

Bjorka menjual 19,5 juta data BPJS Ketenagakerjaan dengan harga US$10.000 atau Rp153 juta, tetapi transaksi hanya dapat dilakukan dengan Bitcoin.

[Gambas:Video CNN]

(mrh/dnz)