liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Banyak orang meyakini bahwa suka marah-marah dan memiliki emosi yang meluap-lupa bisa memicu hipertensi. Benarkah marah-marah menyebabkan darah tinggi?

Jakarta, CNNIndonesia

Hipertensi masih begitu penyakit yang melanda banyak orang. situasi tekanan darah tinggi hal ini menempatkan penderitanya pada risiko bahaya fatal jika tidak dikendalikan.

Tidak hanya orang tua, anak muda juga bisa terkena masalah kesehatan ini. Di sisi lain, faktornya banyak, mulai dari pola makan, jarang bergerak, hingga gaya hidup yang tidak sehat.

Banyak orang percaya bahwa marah dan emosi yang meluap-luap dapat memicu hipertensi. Benarkah kemarahan menyebabkan tekanan darah tinggi?

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Ahli jantung, Vito Damay, membenarkan hal ini. Dikatakannya, seseorang yang mudah terpicu emosi cenderung menderita tekanan darah tinggi atau hipertensi.

“Meski tidak semua, tapi rata-rata ya [marah-marah menyebabkan darah tinggi]. Tapi, ingat juga, orang senang dan sedih juga berisiko. Mereka juga memiliki risiko yang sama untuk menderita hipertensi dan serangan jantung,” kata Vito saat dihubungi CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Salah satu penyebab utamanya adalah stres psikologis yang memengaruhi tekanan darah seseorang. Menurut Vito, akan ada hormon atau senyawa kimia yang merangsang pembuluh darah menjadi lebih sempit atau kaku saat seseorang sedang marah, sedih atau frustasi.

Jantung juga akan berdetak lebih cepat. Hal ini menjadi faktor meningkatnya tekanan darah.

“Kalau ini jadi kebiasaan, maka rata-rata tekanan darah akan tinggi,” ujarnya.

Oleh karena itu, jika seseorang tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan emosinya, maka ia akan lebih mudah terserang penyakit. Salah satunya adalah tekanan darah tinggi.

“Sehingga diperlukan kemampuan mengendalikan emosi dan psikologi untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi,” ujar Vito.

Mengelola emosi itu penting

Ilustrasi. Kemarahan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. (iStock/Nicolas McComber)

Risiko hipertensi juga berlaku bagi mereka yang memiliki kondisi psikologis yang tidak stabil namun menjalani gaya hidup sehat. Apalagi jika orang tersebut tidak bisa mengendalikan emosinya.

“Ya masih ada karena marah atau tidak bisa kontrol emosi, itu salah satu faktor resikonya. Jadi kalau tidak ada faktor lain, tapi marah terus ya tetap ada resikonya. ” dia berkata. kata dokter spesialis penyakit dalam RS Sawah Besar, Jakarta Pusat Andi Khomeini, secara terpisah.

Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk dapat mengontrol emosi agar tidak terjadi kemarahan yang menyebabkan tekanan darah tinggi. Baik berupa amarah yang meluap-luap, hingga emosi berupa kesengsaraan.

“Yang paling penting adalah manajemen amarah. Kontrol emosi,” ujarnya.

(tst/asr)

[Gambas:Video CNN]