liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Begini Risiko Dipaksa Bercinta saat Asam Lambung Kumat


Jakarta

Ferry Irawan mengklaim kasus kekerasan dalam rumah tangga yang menimpa istrinya, Venna Melinda, santer diberitakan terkait aktivitas di ranjang. Venna Melinda mengaku terpaksa berhubungan seks saat asam lambungnya kambuh.

Ia menjelaskan, meski tubuhnya lemah, ia tetap mengiyakan keinginan suaminya untuk berhubungan badan.

“Dalam perjalanan dari Jakarta ke Kediri, dia ngajak saya kencan (berhubungan badan), tapi waktu saya keluar saya sakit asam lambung dan muntah-muntah dan tidak bisa makan. Lalu saya bilang ‘iya kalau saya sehat Saya pasti (berhubungan intim)’, tapi saya ketiduran karena dia sudah selesai minum obatnya,” jelas Venna Melinda saat ditemui di Polda Jatim, Kamis (12/1/2023), dikutip dari momen Jawa Timur.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Dihubungi terpisah, seksolog dr Boyke Dian Nugraha, SpOG tidak menganjurkan aktivitas seksual saat asam lambung kambuh. Kecuali, asam lambung hanya menimbulkan gejala ringan atau tanpa gejala.

“Nyeri perut biasanya terasa sakit di ulu hati karena tidak nyaman. Yang keluar bukan endorfin (pereda nyeri) tapi hormon epinefrin yang membuat pembuluh darah semakin mengecil sehingga nyeri bertambah,” jelas dr Boyke saat dihubungi. detikcomJumat (13/1).

“Asam lambung yang menyebabkan mual dan muntah meningkat, apalagi jika pasangan pria meminta oral seks,” pungkas dr Boyke.

Tonton Video “Haruskah Kekerasan Dalam Rumah Tangga Diobati? Ini Kata Psikolog”
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)